Published On: Tue, Sep 18th, 2018

Helen Fitriyani, Caleg PAN Kabupaten Purwakarta

IMEDIACYBER | Kontestasi pemilihan umum legislatif akan diselenggarakan dengan penuh suka cita oleh seluruh rakyat Indonesia. Calon legislatif (caleg) dari sejumlah partai politik mulai bermunculan ‘kepermukaan’ memperkenalkan diri kepada masyarakat daerah pemilihannya.

Sebagian masyarakat mengenal caleg tersebut, namun tidak jarang masyarakat tersebut tidak mengenal caleg yang akan berkontestasi di daerahnya tersebut. Berikut ini adalah salah satu caleg yang sudah cukup dikenal oleh sebagian besar masyarakat daerah pemilihannya (dapil).

Memiliki nama lengkap Helen Fitriyani, ibu dari tiga orang putra ini merupakan seorang lulusan fakultas ekonomi. Rasa sosialnya yang tinggi menjadikan Helen menyukai pekerjaannya sekarang ini yaitu sebagai sekretaris di Yayasan Madani Purwakarta. Tingginya rasa sosial dalam diri Helen, bahkan ia mempunyai komitmen untuk membesarkan yayasan dan bukan hidup dari yayasan.

Bukan hanya itu, selain mengurus keluarga dengan penuh kasih sayang dan bekerja di yayasan, Helen juga aktif di organisasi pemberdayaan perempuan Partai Amanat Nasional sebagai ketua.

Diakuinya, Helen merasa nyaman dengan kehidupannya yang sekarang. Menurutnya, semua itu karena anugerah Alloh SWT yang harus disyukuri dengan tidak melupakan orang lain yang tidak mampu.

“Kehidupan saya alhamdullilah nyaman sekarang ini, dan itu semua adalah anugerah dari Alloh SWT yang harus disyukuri. Tapi kita juga tak boleh lupa dengan saudara kita yang tak mampu, ada hak mereka di rezeki yang kita dapatkan,” tutur Helen.

Pertanyaannya kini, jika Helen sudah merasa nyaman dengan kehidupannya sekarang ini lalu mengapa dia harus bersusah payah mencalonkan diri sebagai legislatif? Hal ini karena Helen masih melihat adanya ketimpangan dan ketidak-adilan yang terjadi di tengah-tengah rakyat kecil.

“Masih banyak yang harus disentuh dari pedesaan khususnya. Saya juga ingin membantu kebutuhan orang yang tidak mampu di bidang pendidikan dan ekonomi,” jelas Helen.

Selain itu, Helen juga ingin mengaspirasikan suara rakyat kecil di daerah pemilihannya, yaitu Dapil 2 Kabupaten Purwakarta yang meliputi Kecamatan Babakan Cikao, Bungur Sari, Cempaka dan Cibatu.

Untuk itu, Helen memilih Partai Amanat Nasional sebagai kendaraan politiknya. Hal ini disebabkan pula karena PAN sudah merasuk ke dalam jiwanya sejak PAN menjadi partai reformasi pada tahun 1998.

“Saat reformasi 98, saya ikut bergabung dengan mahasiswa lainnya di gedung DPR RI. Saat itu, mahasiswa mengatasnamakan reformasi. Sampai sekarang masih teringat, bagaimana rasanya berlari-lari dengan ditembaki gas air mata dan makan nasi bungkus di jalan dan mendapatkan air mineral dari para warga,” kenang Helen ketika masih menjadi mahasiswa.

Dikatakan Helen, dirinya pada tahun 2014 pernah mencalonkan diri sebagai legislatif dari PAN untuk DPRD Kabupaten Purwakarta tapi sayangnya belum berhasil. Namun dirinya tak patah semangat, dengan penuh optimisme, Helen mencalonkan diri kembali pada kontestasi Pemilu 2019 nanti.

“Dan seandainya saya dipercaya oleh masyarakat Kabupaten Purwakarta untuk duduk di legislatif 2019 nanti, saya akan memilih komisi IV, di bidang pendidikan, kesehatan dan kesehjateraan masyarakat,” tutur Helen.

Melihat pilihan Helen di komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta, yang seandainya ia terpilih nanti di 2019, tentunya banyak sekali berkaitan dengan masalah hukum sedangkan Helen bukanlah orang dengan ilmu hukum, lantas bagaimanakah Helen akan menyikapinya?

“Tidak masalah bila di komisi yang akan ditempatkan nanti banyak bersinggungan dengan hukum, saya akan menggandeng tim advokat sebagai penasihat hukum, kebetulan saya banyak relasi di advokat,” imbuhnya.

Dan untuk membuktikan keseriusannya sebagai legislatif nanti yang mempunyai tupoksi penyambung lidah rakyat, Helen bersedia untuk kontrak politik dengan para pendukungnya.

“Tanda tangan kontrak sebagai tanda bukti saya tidak melupakan janji saya. Tapi dengan catatan, harus yang positif,” tukas Helen

Memilih Prabowo
Sebagai salah seorang yang berjiwa nasionalis religius, jika ditanya siapakah calon presiden yang akan dipilihnya nanti di 2019, Prabowo atau Joko Widodo? Dengan tegas dan lantang Helen menjawab, Prabowo Subianto!

“Dengan tegas saya memilih Prabowo Subianto. Karena salah satunya adalah PAN sebagai partai pengusungnya dan Indonesia butuh figur pemimpin untuk bangsa ini yang cerdas, tegas yang dapat meningkatkan kembali perekonomian bangsa ini yang semakin terpuruk,” terang Helen.

Terakhir, Helen berharap agar dirinya dapat memenangkan kontestasi Pemilu 2019 nanti dan dapat menyalurkan aspirasi masyarakat kecil yang memang selama ini dekat dengan kehidupannya. Tak lupa juga dia berdoa agar Prabowo menjadi pemimpin bangsa Indonesia di 2019 nanti.

About the Author

-

Indonesia Media Cyber | Menginformasikan Indonesia Secara Online