Published On: Mon, Sep 24th, 2018

Rosidi Ajak Pemimpin Indonesia Pentingkan Persatuan

Rosidi Roslan

IMEDIACYBER | Sebagai ideologi dan falsafah negara, sudah sepatutnya segenap rakyat Indonesia bangga akan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Walau membumikan nilai-nilai Pancasila masih terus menjadi upaya yang terus berproses, tetapi seluruh rakyat Indonesia sepenuhnya menyadari bahwa sejatinya Pancasila-lah yang mengikat hati individu-individu di negeri ini sehingga melihat perbedaan sebagai keniscayaan, bukan potensi konflik apalagi perpecahan.

Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan tidak henti-hentinya mengingatkan kepada para pemimpin dan pengambil kebijakan di negeri ini bahwa ketahanan Pancasila terus mendapat ujian. Namun, saat ini terjadi salah kaprah mengidentifikasikan ancamanan terhadap Pancasila. Salah kaprah ini ditandai dengan getolnya kelompok tertentu yang melebeli kelompok lain yang berbeda pendapat sebagai radikal, tidak nasionalis dan antipancasila.

“Ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan sosial adalah ancaman nyata bagi Pancasila dan negeri ini. Hal inilah yang harus di waspadai oleh para pemimpin. Karena jika di sebuah negeri terjadi ketimpangan luar biasa antara kaya dan miskin, maka perbedaan sekecil apapun sangat berpotensi menjadi konflik dan perpecahan,” terang Rosidi ditemui di sela-sela kesibukannya usai mengajar di salah satu kampus swasta di Jakarta.

Lebih lanjut Rosidi menjelaskan, sila keadilan sosial dalam Pancasila memerintah pemegang tampuk kekuasaan, siapapun itu, untuk mengangkat derajat orang miskin. Menurut Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Bung Karno (IKA UBK) ini, jika orang miskin tidak diangkat derajat dan kesejahteraannya maka kemungkinan besar melahirkan ketidakstabilan di masyarakat dan ini menjadi ancaman serius bagi negeri ini.

“Contoh nyata saja, ketimpangan kepemilikan lahan karena penguasaan lahan oleh segelintir orang sudah melahirkan konflik agraria di banyak tempat. Semua ini terjadi karena ada ketidakadilan,” ungkap Auditor Hukum ini.

Keadilan sosial, tambah Rosidi, adalah akar persatuan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang akan kuat dan menumbuhkan pohon-pohon ketahanan bangsa jika dirasakan rakyat. Itulah kenapa Pancasila ditutup dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terakhir Rosidi berharap semoga saja para petinggi di negeri ini selalu mementingkan persatuan seluruh rakyat Indonesia.

About the Author

-

Indonesia Media Cyber | Menginformasikan Indonesia Secara Online