Published On: Wed, Oct 3rd, 2018

LBH Antara 56 Apresiasi Langkah Pemprov DKI Bantu Palu dan Donggala

Rosidi Roslan

IMEDIACYBER | Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan beberapa provinsi yang lain memberi bantuan untuk mempercepat penanganan gempa-tsunami di Palu dan Donggala. Semakin banyak bantuan mengalir, termasuk dari berbagai pemerintah daerah akan mempercepat proses tanggap darurat dan pemulihan paska bencana gempa yang disusul tsunami di Palu dan Donggala.

“Kami apresiasi Gubernur Anies dan Pemprov DKI Jakarta yang hanya dalam hitungan hari langsung menyiapkan dan mengirimkan bantuan. Tidak hanya dana tetapi juga tenaga dengan menerjunkan langsung Satgas Peduli Bencana ke Palu dan Donggala,” tutur pria yang juga auditor hukum dan legal konsultan ini.

Diharapkan pemda lain, sambung Rosidi, baik itu di level provinsi dan kabupaten/kota yang punya kemampuan finansial ataupun mempunyai tenaga dan personil serta Satgas Peduli Bencana di daerahnya masing-masing juga berkontribusi meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palu-Donggala.

Rosidi menjelaskan, semakin banyak bantuan yang mengalir dan dikoordinasikan dengan baik maka dapat dipastikan proses tanggap-darurat pasca gempa-tsunami yang meluluhlantakan Palu-Donggala akan berlangsung optimal.

Tanggap darurat yang optimal, menurut Rosiai, bukan hanya akan mampu menyelamatkan sebanyak mungkin korban serta memastikan kebutuhan pangan, sandang, tempat berteduh, sanitasi, dan kedapuran serta kebutuhan lain misalnya energi (listrik/BBM) dan jaringan telekomunikasi, bagi para korban terpenuhi, tetapi juga akan mempercepat berakhirnya tahap tanggap darurat dan penanganan bencana bisa berlanjut ke fase selanjutnya yaitu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Bantuan dari pemda-pemda akan sangat berarti pada masa tanggap darurat ini. Selain itu, juga bisa dijadikan media pembelajaran bagi pemda-pemda lain yang mengirim personilnya ke Palu-Donggala agar siap jika daerahnya terkena bencana. Intinya, secepat mungkin masa tanggap darurat ini kita selesaikan, agar aktivitas perekomian dan sosial bisa kembali menggeliat di Palu-Donggala,” terang Rosidi.

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta mengirimkan 83 Petugas Satgas Bencana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Pelepasan satgas dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monas (1/10). Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta menyumbangkan Rp 60 miliar untuk membantu penanganan gempa dan tsunami.

About the Author

-

Indonesia Media Cyber | Menginformasikan Indonesia Secara Online