Published On: Sat, May 5th, 2018

LBH Antara 56: SP3 HRS Akan Hentikan Kecurigaan terhadap Pemerintah

IMEDIACYBER | Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusntara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan mengapresiasi atas terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan pencemaran nama baik dan penistaan Pancasila yang diduga dilakukan Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Polda Jawa Barat (Jabar). Menurutnya, Polda Jabar sudah menjunjung tinggi penegakan hukum.

Dirinya pun mengaku bersyukur atas diberhentikannya penyelidikan kasus Rizieq Shihab. Menurutnya jika ini dihentikan maka kecurigaan masyarakat tentang pemerintah tidak pro ulama akan hilang.

“Alhamdulillah, kami apresiasi Polri yang menghentikan kasus Habib Rizieq dan ini memberikan ketentraman. Insya Alloh, ini akan jadi baiklah di tahun politik ini, biar tentramlah. Sehingga kecurigaan masyarakat dan umat bahwa pemerintah tidak pro ulama dan umat bisa berhenti. Harapan kita seperti itu,” ujar Rosidi saat dihubungi, Jumat (4/5/18).

Artinya, sambung Rosidi, isu kriminalisasi ulama, isu pemerintah tidak dekat dengan ulama dan umat akhirnya bisa berhenti, hilang isu itu, sehingga kegaduhan bisa berhenti lalu Habib bisa pulang juga.

Rosidi juga berharap kasus-kasus lain yang disangkakan kepada Habib Rizieq Shihab selain penghinaan pada Pancasila juga turut diberhentikan. Hal itu, lanjutnya, dilakukan untuk membuat Rizieq bisa pulang ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarga dan para jamaahnya.

“Ya itu harapannya, yang satu di Polda Jabar ini bisa merembet ke kasus-kasus yang lain, semoga semua bisa di SP3 kan,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Jabar menghentikan penyidikan kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden Soekarno dengan tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. SP3 atas kasus tersebut dikeluarkan karena penyidik tak menemukan cukup bukti.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana membenarkan penghentian penyidikan terhadap kasus yang menjerat Habib Rizieq.

“Iya (dihentikan) karena tidak cukup bukti,” tukas Umar.

About the Author

-

Indonesia Media Cyber | Menginformasikan Indonesia Secara Online