Published On: Thu, May 10th, 2018

LBH Antara 56 Berdukacita Atas Gugurnya Polisi di Mako Brimob

IMEDIACYBER | Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan menyampaikan dukacita atas tewasnya lima polisi akibat kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pria lulusan doktor ilmu manajemen Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini juga mengutuk kerusuhan tersebut.

“Saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya lima anggota Polri. Dan saya juga mengutuk insiden tersebut,” ujar Rosidi.

Membunuh Polisi, kata Rosidi, di Markas Polisi. Itu merupakan kejahatan yang sungguh luar biasa.

Sebagai muslim, dirinya menolak kekerasan, karena dalam ajaran Islam secara tegas menolak kekerasan, dan itu telah tertuang dalam kitab suci umat muslim Al-Quran.

Rosidi Roslan di ruang kelas Universitas Bung Karno Magister Ilmu Hukum

“LBH Antara 56 dan umat Islam seluruh Indonesia menolak kekerasan. Bahkan Rosululloh anti kekerasan,” tegasnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa insiden tersebut menunjukkan masih adanya potensi radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia. Menurut dia, pemerintah masih memiliki tugas besar untuk mengatasi potensi tersebut.

“Itu menunjukkan bahwa masih ada potensi radikalisme, masih ada terorisme. Belum tuntas pemerintah untuk menyelesaikannya,” tuturnya.

Terakhir, Rosidi mendukung semua upaya Kepolisian dalam rangka memberantas terorisme yang terjadi di tanah air dan dirinya menyatakan #KamiBersamaPOLRI.

Mabes Polri sebelumnya menyatakan lima anggota kepolisian gugur saat bentrokan dengan narapidana teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat yang terjadi sejak Selasa malam (8/5/18) itu.

Kelima anggota yang meninggal dunia itu yakni Iptu Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Denny Setiadi, Brigadir Polisi Fandy Setyo Nugroho, Brigadir Satu Polisi Syukron Fadhli dan Brigadir Satu Polisi Wahyu Catur Pamungkas.

Meskipun memakan korban meninggal dunia lima perosnel dan seorang narapidana teroris, Mabes Polri menyatakan tetap mengedepankan pendekatan persuasif untuk membebaskan seorang anggota Polri yang masih disandera.

About the Author

-

Indonesia Media Cyber | Menginformasikan Indonesia Secara Online