by

Anda Galau? Ini Cara Atasinya Ala Ustadz Abdul Somad

-Ragam-18 views

IMEDIACYBER | Seringkali, manusia mengalami turbulensi perasaan dalam hidup. Kadang gelisah, gundah, marah, sedih, juga galau.

Galau adalah suatu kondisi psikologis berupa pikiran dalam keadaan “kacau tidak keruan”. Ulama kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS), berbagi tips untuk menghilangkan galau.

“Bersama Alloh, tidak akan ada kata galau dalam hati manusia,” ujar UAS dalam sebuah kajian di Pasar Raya, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2019).

UAS juga menceritakan kisah bayi Nabi Musa yang dihanyutkan ke sungai oleh ibunya. Berawal dari berita bahwa Raja akan menyembelih setiap bayi laki-laki yang lahir saat itu, maka setiap ibu di zaman tersebut akan merasa galau.

”[Setiap] ibu akan galau pada waktu itu. Tapi, karena berserah pada Alloh, Alloh yang memberikan solusi, Alloh memberi ilham kepada ibu Musa. ‘Kalau kamu khawatir nanti anakmu disembelih oleh Firaun, jangan takut, dan jangan sedih, kami nanti akan mengembalikannya padamu dan kami akan menjadikannya salah satu dari Rasul-rasul kami’. Hilanglah galau, takut, dan cemas,” ujar UAS.

Karenanya, satu-satunya cara menghilangkan kegelisahan hati hanyalah kembali pada Alloh.

UAS pun menyinggung perilaku kebanyakan orang, yang ketika hatinya terserang galau, malah menulis status di sosial media seperti Facebook dan Instagram.

“Sekarang, banyak orang kembali ke FB, dikomen sama orang, lebih banyak orang mem-bully, between haters and lovers. Galau ngadu-nya ke IG, ya makin galau,” tegasnya.

UAS pun menyarankan, ketika seseorang galau, hendaknya mencoba mengambil air wudhu, kemudian sholat dua rokaat.

“Allohuakbar [sembari mempraktikkan gerakan takbiratul ihram —red]. Hadapkan wajahmu kepada Alloh, serahkan semuanya kepada Alloh, besar masalah hidup ini, Alloh Maha Besar, Allohu Akbar. Ulang sekali lagi [lalu baca doa iftitah —red],” ujar UAS.

“Aku menghadapkan wajahku bukan kepada Gubernur, Presiden, Menteri. Wajjahtu Wajhiya Lilladzi fatharassamawaati wal ardho. Dia yang menciptakan langit dan bumi, matahari, bulan, bintang. Dia yang mengatur yang begitu besar, apalagi mengatur kehidupanku yang gak ada apa-apanya, kecil bagi Alloh,” lanjutnya.

Lalu UAS mengutip surat Al-An’am ayat 162 yang menunjukkan bahwa sholat seseorang, ibadah seseorang, hidupnya dan matinya hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam.

Namun, UAS melanjutkan, selain memasrahkan diri pada takdir Alloh, manusia harus tetap berusaha.

Manusia tetap berserah pada Alloh, maka Alloh akan bukakan pikiran hambanya. Datang ide-ide baru cemerlang, yang bisnis terbuka semangat entrepreneurship-nya, petani muncul ide-ide menanam tanaman di bumi yang gemah ripah loh jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman.

“Hebatnya Indonesia. Coba kita pergi ke Mesir, Maroko, susah tanaman, tapi lihat di Indonesia, subur tanaman. Makanya [aneh] kalau ada orang Indonesia galau, padahal Indonesia ini hebat. Orang gila aja hidup. Coba di Eropa, Amerika, mana bisa dia hidup, musim dingin kedinginan, beku. Kalau musim panas kepanasanan, Tempat kita enjoy, santai, orang gila hidup, yang waras malah bunuh diri,” ujarnya.

“Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali mengadu kepada Alloh,” tutup UAS.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed