by

Ikut Rayakan Halloween? Ini Penjelasannya dalam Agama Islam

-Ragam-16 views

IMEDIACYBER | Selama bulan Oktober sampai jelang awal November, banyak tempat-tempat wisata seperti mal berhias diri dengan dekorasi yang ‘seram-seram tapi lucu’. Hiasan-hiasan seperti labu yang diukir, boneka dan kostum setan dan iblis jadi pajangan.

Misalnya karakter setan dan iblis dalam kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, tukang sihir. Ada pula kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala.

Sejumlah stasiun televisi dan bioskop menyiarkan film-film bergenre horor. Belum lagi pesta-pesta di pusat keramaian yang rata-rata menggambarkan kehidupan dunia kegelapan atau sekadar pesta kostum saja. Tapi semua intinya sama, merayakan Hari Halloween.

Dari Wikipedia disebutkan:
“Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata “Trick or treat!” Ucapan tersebut adalah semacam “ancaman” yang berarti “Beri kami (permen) atau kami jahili.”

Di Indonesia memang tidak mengikuti kegiatan ’trick or treat’ itu. Namun pesta-pesta dengan dandanan seram atau sekadar pesta kostum mulai jadi kebiasaan.

Ya, Halloween memang identik dengan setan, penyihir, hantu goblin dan makhluk-makhluk menyeramkan dari kebudayaan Barat. Jadi sebenarnya jelas bahwa Perayaan Halloween apapun bentuknya adalah murni bukan dari budaya Indonesia atau ajaran Islam.

Acaranya yang sebatas main-main, bersenang-senang dan berpesta pora tentu tak sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan kesederhaan dalam kehidupan sehari-hari dan meninggalkan hal-hal tak bermanfaat. Belum lagi Halloween banyak menggunakan lambang-lambang iblis dan setan yang semestinya jadi musuh bersama manusia.

Biasanya Halloween biasanya diadakan rutin tiap tahun, hingga menyerupai Hari Raya. Sementara Islam hanya mengakui dua Hari Raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Hal ini terangkum dalam hadits Rasulullah:

“Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).

Kita perlu menyegarkan ingatan kita bahwa Rasulullah SAW juga telah melarang umat Islam untuk meniru kebiasaan orang lain termasuk kaum kafir.

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud).

Sementara Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan, “Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”

Ikut bergembira dengan perayaan orang kafir, meskipun hanya bermain-main, tanpa mengikuti ritual keagamaannya, termasuk perbuatan yang telarang, karena termasuk turut mensukseskan acara mereka.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed