by

Implementasi Tracing dan Pengendalian Cluster

-Nasional-91 views

IMEDIACYBERNET | Bicara seputar tracing dan pengendalian klaster, maka kita menoleh sejenak kepada konsep new normal. Seperti diketahui, beberapa daerah telah melakukan persiapan menuju new normal; meskipun hal ini mengundang kontadiksi di kalangan pemerhati kesehatan, ekonomi, maupun di kalangan tokoh masyarakat.

Berbagai kritik dan masukan banyak dilontarkan kepada pemerintah terkait kebijakan new normal ini.

Keputusan Pemerintah tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek, bukan hanya aspek Kesehatan masyarakat, namun juga aspek ekonomi dan social budaya yang tak kalah pentingnya.

Kesehatan masyarakat berkelanjutan, yang dikenal sebagai Kesehatan masyarakat modern meliputi Kesehatan jasmani, rohani, social, ekonomi dan budaya, yang selaras dengan kesehatan lingkungan dengan berbagai ekosistem yang ada. Itulah sebabnya, keputusan tentang diterapkannya new normal atau tidak, memerlukan pemikiran dan diskusi mendalam yang melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu.

Belum lagi kondisi daerah dan sosial ekonomi dan budaya penduduk di negara kita yang sangat beragam, Menjadikan makin rumitnya proses pengambilan keputusan menuju new normal.

Pada akhirnya New Normal telah menjadi sebuah keniscayaan yang mutlak; maka yang perlu kita pikirkan adalah langkah-langkah penting yang harus dilakukan. Tentu yang paling awal harus dilakukan adalah menyiapkan masyarakat untuk siap menjalankan tatanan hidup baru, new normal ini, dengan bekal pengetahuan terkait covid-19.

Hal ini penting sekali, dalam upaya tercapainya penyamaan persepsi tentang bahaya yang sedang kita hadapi, Hanya dengan adanya persepsi yang sama, upaya-upaya lain yang dilakukan pemerintah akan menuai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa persepsi yang sama, upaya-upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan pemerintah akan sangat berat, bahkan tidak mungkin akan menjadi sia-sia.

Empat hal penting yang perlu dilakukan dalam upaya melewati pandemi ini yaitu testing, tracing, treatment dan isolating. Semua itu sudah dilakukan oleh pemerintah dan jajarannya.

Pemeriksaan lab terhadap covid-19 secara masiv telah dilakukan. Upaya untuk mencukupi reagen maupun peralatan serta SDM yang diperlukan, juga telah dilakukan.

Namun bukan berarti tidak ada lagi kendala.

Di sisi lain petugas kesehatan masih mengalami kesulitan ketika harus melakukan tracing kontak erat di daerah-daerah tertentu, dimana masyarakatnya masih terkungkung oleh stigma negatif tentang Covid-19 ini.

Jangankan penderitanya, kontak erat dari penderita Covid-19 sangat takut dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya, Disinilah kita lihat betapa penting peran, kerjasama serta dukungan masyarakat.

Betapa penting penyamaan persepsi terhadap bahaya pandemik ini. Betapa penting memberi pemahaman bahwa isolasi mandiri maupun karantina, tidak sama dengan dikucilkan.

Kesulitan petugas Kesehatan dalam melakukan tracing adalah contoh konkrit bahwa tanpa pengetahuan dan pemahaman yang benar akan terjadi kesalahan yang disengaja untuk menyembunyikan informasi, oleh masyarakat. Yang mana hal ini akan mempengaruhi akurasi data, yang akan berpengaruh terhadap tindakan-tindakan pencegahan laju penularan.

Ujung-ujungnya akan mempengaruhi keberhasilan untuk melewati pandemi ini. Karena begitu penting implementasi tracing sebagai salah satu pengendali laju penularan, maka perlu dilakukan berbagai upaya agar tugas petugas Kesehatan dalam melakukan tracing, berjalan dengan lancer, dengan dukungan penuh dari apparat maupun masyarakat.

Bagaimana dengan pengendalian klaster. Mungkinkah dilakukan? Tentu mungkin, dan tidak sulit. Asalkan ada komitmen yang dipatuhi oleh semua pihak.

Sebagai contoh, semua elemen masyarakat harus bersedia melakukan test cepat Covid-19. Hasil reaktif harus bersedia diambil sampelnya untuk dilakukan test lanjutan dengan PCR.

Individu dengan hasil PCR positif, bila tanpa gejala, atau dengan gejala ringan dan tidak memerlukan tindakan medis, harus bersedia melakukan isolasi mandiri. Pada prinsipnya, ketika pada sebuah tempat kerja terdapat kasus terkonfirmasi positif, maka yang harus dilakukan adalah melaksanakan apa yang telah menjadi komitmen bersama yaitu mematuhi protocol Kesehatan yang telah mengacu kepada pedoman protocol kesehatan dari gugus covid Nasional.

Dengan demikian, terbentuknya klaster dapat dikendalikan. [ary]

Penulis: Rosidi Roslan adalah Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed