by

BBTKLPP Surabaya akan Gelar Webinar Menarik Besok

-Nasional-104 views

IMEDIACYBER | Rencananya, Rabu (1/7/2020) siang besok, pukul 13.00-15.00 WIB, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya akan kembali menggelar webinar. Melalui sambungan telpon, Kepala BBTKLPP Surabaya mengungkapkan tema webinar esok adalah ‘Faktor Risiko Waterborne Disease di Masa Pandemi’.

Lebih lanjut Rosidi menyebutkan sejumlah narasumber yang akan turut serta yakni ahli epidemiologi dan mikrobiologi, Teguh Mubawadi dan pihak dari Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Terkait kegiatan tersebut, Rosidi menjelaskan, air merupakan bagian sangat penting bagi mahluk hidup. Menurutnya banyak mahluk yang dapat bertahan hidup berhari-hari tanpa makanan, namun tidak bila tanpa air.

Diketahui, organ-organ penting hewan dan manusia lebih banyak bagian cairan daripada bagian yang padat. Bahkan perkiraan proporsi cairan dan padatan pada tubuh manusia adalah 60 persen dan 40 persen.

Cairan ini, lanjut dia diperlukan antara lain sebagai media transfer komunikasi inter seluler. Zat cair ini, yang dinamakan elektrolit, mengandung mineral yang membawa muatan listrik, yaitu: kalsium, klorida, magnesium, fosfat, kalium (potasium), dan natrium (sodium).

Air yang terdapat di lingkungan adalah bahan baku yang akan dikonsumsi oleh mahluk hidup, terutama manusia dan hewan.

“Sebagai salah satu kebutuhan pokok, air harus diselamatkan dari bahan pencemar atau polutan,” tukas Rosidi.

Bahan pencemar bisa berasal dari lingkungan, sambung Rosidi, bisa juga berasal dari sisa kegiatan manusia atau hewan.

Disampaikan Rosidi, usaha rumahan yang masih membuang sisa hasil kegiatannya langsung ke badan air tanpa pengolahan serta kegiatan peternakan ataupun pertanian yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat mencemari sumber air dan sekitarnya.

Tidak heran, kata Rosidi, di beberapa kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur, masih banyak ditemui air yang tidak memenuhi baku mutu secara mikrobiologi.

Bagaimana dengan peran air pada masa pandemi Covid-19 ini? Menurut dia, pada masa pandemi dimana salah satu protokol Kesehatan adalah mencuci tangan memakai sabun, jelas bahwa terpenuhinya kualitas dan kuantitas air merupakan kebutuhan pokok.

“Ketika kuantitas air telah terpenuhi, faktor risiko water borne desease berikutnya adalah kualitas air,” pungkas Rosidi.

Memerangi pandemi Covid-19, lanjut Rosidi, memerlukan air yang bersih sebagai sarana cuci tangan. Jangan sampai ada penyakit lain yang mengancam sementara kita fokus mencegah terjangkitnya Covid-19.

“Kita memerlukan Kesehatan yang prima, maka semua faktor risiko terkait Covid-19 harus terkendali. Pada saat kita mencuci tangan, ataupun mandi, harus pasti bahwa air yang kita gunakan bebas dari kuman pathogen,” tegas Rosidi.

Bila air yang kita gunakan tercemar bakteri pathogen, tambah dia, ada kemungkinan akan timbul kejadian penyakit. Penyakit waterborne desease ini yang akan melemahkan immune tubuh kita dalam mencegah infeksi Covid-19.

Sebagai informasi, water borne disease adalah penyakit yang disebabkan oleh air minum yang terkontaminasi mikrorganisme pathogen. Bisa dari golongan virus, bakteri, parasite, ataupun amuba. Apa saja yang termasuk water borne desease? Semua penyakit yang menular melalui air.

Bagaimana kita mengendalikan faktor risiko ini? Strategi apa yang tepat dalam mengatasi masalah kualitas air?

“Jawaban yang tepat hanya satu, yaitu kerja sama lintas sector,” terang Rosidi.

Tertarik dengan webinar tersebut? Anda bisa menyaksikan secara langsung di Youtube @humas btklsby. [ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed