by

BBTKLPP Surabaya Hadirkan Ahli Gizi Kondang dalam Webinar

-Nasional-103 views

IMEDIACYBER | Alhamdulillah, pagi tadi, Selasa, 30 Juni 2020, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya berkesempatan kembali menyelenggarakan webinar dengan tema ‘Perubahan Perilaku dalam Situasi New Normal’.

Sebagai informasi, narasumber yang dihadirkan kali ini adalah seorang ahli gizi kondang, Rita Ramayulis dan ahli media komunikasi kesehatan, Ratna Ayu P.

Kepala BBTKLPP Surabaya Rosidi Roslan mengatakan, new normal atau adaptasi kebiasaan baru menjadi salah satu kunci pesan utama pemerintah dalam upaya menjaga produktifitas masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kebiasaan baru ini, sambung Rosidi, diharapkan dapat dilaksanakan masyarakat di berbagai level, di setiap tatanan, baik individu, masyarakat, di lokasi fasilitas umum, sekolah, tempat kerja, industri, tempat wisata, dan seterusnya.

Webinar perubahan perilaku dalam situasi new normal ini kemudian menjadi penting untuk dapat menyajikan strategi, pendekatan-pendekatan baru dalam upaya memunculkan kesadaran, kepatuhan, dan kedisiplinan masyarakat mentaati aturan kesehatan,” jelas Rosidi melalui sambungan telpon usai webinar, Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut Rosidi menyatakan, penyesuaian juga dapat dilaksanakan dalam hal pemenuhan asuhan gizi selama pandemi. Kebiasaan baru ini termasuk di dalamnya memastikan penyiapan asupan gizi yang baik, seimbang, dan tak kalah penting dapat meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh.

“Tak hanya bagi masyarakat, namun tak kalah penting asuhan gizi bagi petugas kesehatan, di rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium yang menjadi bagian penting penanganan Covid-19,” pungkas pria lulusan Southern Cross University (SCU) Master of Public Health Leadership, Australia ini.

Menurut Rosidi, konsep ini nyatanya tak baru. Kesadaran dan kedisiplinan atau katakanlah kepatuhan pada pola-pola perilaku hidup sehat nyatanya merupakan kebutuhan utama pada setiap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

“Penerapannya makin dipacu dan diperbarui sesuai dengan kondisi terkini terkait pandemi Ccovid-19. Masyarakat dipaksa menyadari pentingnya pola dan gaya hidup sehat melalui penyakit yang sangat mudah ditularkan dari orang ke orang, seperti Covid-19 ini,” demikian Rosidi. [ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed