by

Dibutuhkan Peran Aktif Milenial untuk Hadapi Krisis Lingkungan

-Nasional-96 views

IMEDIACYBER | Akhir bulan Juni 2020, beberapa hari lalu, suhu lingkar arktik mencapai 38 derajat Celcius. Ini merupakan suhu tertinggi selama 30 tahun terakhir yakni sekitar 10-12 derajat Celcius.

Kondisi ini membuktikan bahwa pemanasan global masih terus terjadi. Berarti, generasi mendatang akan menerima akumulasi dampaknya pada masa depan.

Kaum milenial harus menyadari hal ini, dan perlu lebih aktif untuk turut dalam aksi menghadapi krisis lingkungan saat ini,” sebut Mahawan Karuniasa, Pendiri dan Direktur Environment Institute pada acara Ngobrol Aspirasi Lestari (Ngopi), Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, Jonathan dari Friedrich Naumann Foundation (FNF) pada acara yang sama mengatakan, kegiatan ini juga bentuk pembelajaran bagi kaum muda dalam menyampaikan aspirasi pelestarian lingkungan yang konstruktif.

Sebagai informasi, diskusi interaktif “Ngopi” diselenggarakan oleh Environment Institute dengan dukungan dari FNF, Climate Institute dan Radesa Institute pada Selasa, 7 Juli 2020. Acara menyasar para kaum milenial untuk menyuarakan pemikirannya maupun berbagi pengalaman aksi-aksi pelestarian lingkungan.

Para pembicara muda yang turut hadir yakni Maghfiroh dari Radesa Institute, Putri dari Climate Institute, dan Sofia dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, dengan moderator Billy Ariez dari Environment Institute.

Untuk diketahui, dampak kerusakan lingkungan, termasuk pemanasan global dan perubahan iklim umumnya tidak langsung datang, namun baru muncul beberapa tahun kemudian. Bencana banjir dan longsor yang terjadi saat ini antara lain sebagai akibat kerusakan lingkungan yang terjadi di waktu yang lalu.

Seperti banjir besar khususnya di Jabodetabek yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020 bukanlah datang tiba-tiba, namun akumulasi dari kondisi ekologis dan meningkatnya cuaca ekstrim.

Generasi muda atau kelompok milenial perlu sadar atas hak untuk memperoleh lingkungan yang lestari termasuk di masa datang. Hak ini jelas dijamin Undang-Undang Dasar dan menjadi mandat kepada semua komponen bangsa untuk menjaga lingkungan.

“Namun sebaliknya, selain sadar atas hak, kaum milenial juga perlu memahami peran dan kewajiban untuk turut dalam melestarikan lingkungan hidup,” demikian Mahawan. [ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed