by

PPSU Ditabrak Lari, Gubernur Anies Minta Pelaku Bertanggungjawab

-Polhukam-127 views

IMEDIACYBER | Kamis, 23 Juli 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat mengunggah foto di akun Instagram @aniesbaswedan sedang melakukan sholat mayit berjamaah. Diketahui, sholat tersebut dilakukan di Masjid Jami’ Al Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Foto lainnya memperlihatkan Gubernur Anies mengusap kepala bayi mungil berusia 3 bulan. Bayi tersebut adalah Cahaya Cantika, putri kedua dari Taka (43 tahun), Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang meninggal karena ditabrak lari sepeda motor saat sedang menyapu jalanan.

Seperti diketahui, Taka merupakan salah seorang anggota PPSU Persada Kelurahan Kelapa Gading Barat menjadi korban tabrak lari sepeda motor di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading Jakarta Utara pada Kamis (23/7/2020) pagi. Akibatnya, Taka meninggal dunia meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam Jakarta di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Taka meninggalkan istri dan dua orang anak, satu berusia sekitar 20 tahun dan satu lagi baru tiga bulan.

Sebagai informasi, dalam tempo kurang dari 24 jam, unggahan tersebut telah disukai 371.006 orang.

Terlihat raut wajah duka dari Gubernur Anies pada unggahan tersebut. Rasa geram juga terlihat dari tulisan Anies yang menyertai unggahan tersebut.

Dengan tegas Anies menyebut pelaku tabrak lari tersebut sebagai pengecut. Selain itu, Anies meminta pelaku untuk menyerahkan diri dan bertanggungjawab secara hukum.

Berikut ini adalah tulisan Gubernur Anies pada unggahan tersebut:

Hai kau Pengecut…!!
Dari persembunyianmu, kau buka berita-berita online. Carilah berita soal petugas PPSU Jakarta.

Lalu…

Lihatlah wajah Cantika, bayi 3 bulan, ia kini yatim
Lihatlah wajah anak Melati, ia kini yatim
Lihatlah wajah istrinya, ia kini janda

Mereka adalah istri dan anak dari petugas kebersihan yang kau hajar dengan motormu tadi pagi. Dia terkapar, tak lagi bernyawa. Dan kau ngacir… lari!!

Menghinakan Ibumu, orang tuamu. Seakan ibumu, ayahmu tidak pernah mendidikmu soal tanggung jawab.
Kau tinggalkan ia terkapar di jalanan, kau pikir yang kau tabrak itu gelondongan kayu!??

Ketahuilah, dia manusia, namanya Taka. Umurnya 43 tahun. Dia adalah ayah, dia suami. Dia pekerja keras. Dia berjuang untuk keluarganya. Tiap pagi, jam 3 dini hari dia berangkat dari rumah. Dia membersihkan jalanan disaat mayoritas masih terlelap.

Sejak pagi air mata istri dan anaknya mengalir. Bayi umur 3 bulan ini digendong dan ditatap sendu oleh ibunya. Bayi itu terus menerus senyum, tidak ada suara tangis darinya; seakan menghibur ibunya yang sedang runtuh perasaannya, menghibur kakaknya yang sedang duka tak terbatas. Bayi itu dinamai ayahya: Cahaya Cantika. Bayi itu kelak hanya bisa lihat foto ayahnya.

Keluarga amat sederhana itu siang tadi pulang ke Indramayu, membawa pulang jenazah suami dan ayahnya. Ratusan petugas PPSU ikut melepas. Bayi Cantika digendong ibunya, duduk di kursi depan. Saat sirene berbunyi, kendaraan bergerak, dan suasana haru memuncak. Taka diantar pulang ke kampung halaman untuk selamanya…

Hai Kau penabrak lari… Datangi kami, laporkan diri. Ambil tanggung-jawab. Mintalah maaf dari keluarganya dan ampun dariNya. Lalu, hadapi hukum dan pengadilan di tanah ini. Semoga itu bisa meringankan bebanmu.

Tapi kalau Kau terus sembunyi. Ingat, Kau mungkin bisa melarikan diri dari tanggung-jawab di dunia, tapi ingat kau tidak akan bisa lepas dari tanggung-jawab di hadapan Allah Sang Maha Menghakim, Al Hakam. Jangan harap kau bisa ngacir dari pengadilanNya.

Buat kita semua, doakan Taka. Doakan keluarganya. Allahyarham Taka ditinggikan derajatnya di sisi Allah, dimuliakan tempatnya, dan dilipatgandakan hitungan pahala atas setiap amalnya. [ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed