by

Terlalu! Bansos untuk Warga Bogor Terdampak Covid-19 Dipotong

-Ekonomi-178 views

IMEDIACYBER | Pemotongan pembangian bantuan sosial (bansos) terjadi terjadi di Desa Lumpang, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Tindakan tersebut dilakukan tanpa rasa malu dan secara terang-terangan.

Berdasarkan informasi yang di dapat dari warga, kisruh tersebut terjadi lantaran bantuan sosial tersebut pembagiannya diubah oleh oknum perangkat desa serta pengurus RT dan RW setempat. Oknum tersebut secara sepihak merubah paket bansos dan juga melakukan pemotongan anggaran dana bansos yang diterima warga masyarakat.

Akibatnya, bansos yang diterima warga tidak lengkap dan berkurang, khususnya bansos dalam bentuk uang. Hal ini terjadi pada bansos gelombang pertama dan kedua dari Gubernur Ridwan Kamil.

Teknis Pemotongan
Informasi yang berhasil dihimpun dari warga, para oknum nakal tersebut dalam melakukan pembagian bansos seolah-olah sesuai dengan prosuder. Paket dalam kardus beserta amplop berisi uang senilai Rp150 ribu diserahkan ke penerima dan kemudian dilakukan pengambilan dokumentasi dengan memfoto sebagai laporan oknum tersebut.

Namun setelah difoto, amplop yang berisi uang diambil kembali oleh oknum tersebut.

Atas tindakan tersebut, sejumalah warga mengaku resah dan kecewa. Sayangnya, sejumlah warga penerima hanya bisa kecwewa dan kesal tanpa bisa berbuat banyak.

Belakangan, setelah kecurangan oknum tersebut ramai di kalangan warga, para oknum tersebut melakukan klarifikasi. Menurut mereka para oknum, pemotongan dilakukan untuk menyantuni anak yatim dan untuk menambah biaya acara karnaval di desa tersebut. Anehnya, keterangan para oknum nakal tersebut berbeda-beda.

Apa pun alasan mereka, pemotongan tersebut sudah menyalahi aturan yang berlaku.

Kardjono (56), salah seorang warga yang mengetahui pemotongan tersebut kepada redaksi mengaku sangat kesal. Lebih lanjut, dia menyebutkan, sesuai perintah Presiden Joko Widodo, siapa pun yang melakukan penyelewengan terhadap pendistribusian bantuan sosial terkait pandemi Covid-19, akan menerima sanksi hukum yang berlaku, baik masyarakat maupun perangkat pemerintah terendah sebagai pelayan masyarakat.

Semetara itu, menurut Polri, modus yang sama tersebut sudah termasuk katagori penyelewengan dana bansos terkait pandemi Covid-19. Dan Mabes Polri sudah menghimpun dan mengungkap 102 kasus penyelewengan dana bansos Covid-19 melalui satgas khusus bentukan Polri di 20 Polda di daerah seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, di Polda Jawa Barat saat ini yang dalam proses penanganan terkait penyelewengan dana bansos ada 18 kasus. Dan hampir rata-rata, alasan mereka melakukan pemotongan dengan maksud asas keadilan bagi yang tidak menerima. [ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed