by

Warga Tigaraksa Keluhkan Limbah Pabrik Pengolahan Alumunium

-Berita-175 views

IMEDIACYBER | Tangerang – PT Damai Abadi yang berlokasi di wilayah Desa Lematang, Tigaraksa, Tangerang, Banten, diketahui sebagai perusahan yang bergerak bidang pengelolaan dan peleburan almunium. Sehingga, perusahaan tersebut pun juga memproduksi limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Sangat jelas, jenis limbah tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan masyarakat di sekitar perusahaan karena tidak adanya peleburan secara benar dan sesuai ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku.

Mestinya pihak perusahaan harus memperhatikan kelangsungan bagi masyarakat di sekitar perusahaan.

Selain itu, pihak perusahaan harus mengutamakan kesehatan bagi masyarakat sekitar karena pencemaran limbah itu sangat berbahaya bagi kelangsungan orang banyak, baik jangka pendek dan jangka panjang.

Karena sekarang ini banyak limbah-limbah dari pabrik, rumah tangga, perusahaan dan kantor-kantor, serta sekolahan sebagian berupa cairan bahkan berupa gas dan itu semua sangat berbahaya bagi kelangsungan masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan karena jenis limbah yang ada diduga jenis B3.

Sementara, Sekretaris Jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PELOPOR, Heru alias Zuliar terkait limbah tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat terhadap pihak PT Damai Abadi, Senin (24/8/20).

Surat tersebut, tutur Heru, berupa teguran karena saluran air yang melintas melalui rawa-rawa hingga ke pemukiman warga sekitar diduga mengandung limbah B3 yang berasal dari perusahaan di atas.

Menurut Heru, setelah dilayangkan surat pada keesokan harinya, ada pihak ketiga mewakili pihak manajemen untuk melakukan pertemuan.

“Pihak yang mewakili akan mengajak pertemuan hari Selasa (25/8/2020) sore,” jelas Heru.

Namun, lanjut Heru, LSM PELOPOR berniat melanjutkan permasalahan ini hingga tuntas sampai pihak perusahaan diproses oleh pihak yang terkait.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat yang menolak meyebutkan nama megungkapkan, akibat dari limbah perusahan di wilayahnya tersebut merasakan dampaknya.

“Dalam perkembangan dan pengelolaan limbah B3 semakin komplek dan memerlukan perencanaan sangat matang dan perlunya faktor secara umum harus diperhatikan. Karena akan mempengaruhi kinerja pengolahan limbah B3. Jadi pengolahan harus dengan benar tidak secara asal asalan,” terangnya. [Benni]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed