by

UAS Minta Umat Islam Ikuti Sunnah dan Tinggalkan Bid’ah

-Kajian-52 views

IMEDIACYBER | Ikuti Sunnah, Tinggalkan Bid’ah! Hal tersebut dikatakan Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui Instagram, Sabtu (19/9/2020).

Lebih lanjut UAS menyampaikan, menurut jumhur ulama; hadis sama dengan sunnah. Sebagian ulama ada yang membedakannya. Berita dari Nabi yang bermuatan hukum disebut Sunnah dan yang tidak bermuatan hukum disebut hadis. Secara umum sunnah adalah semua yang berasal dari Nabi berbentuk perbuatan, ucapan, dan persetujuan Nabi.

UAS juga menyebutkan, Sunnah tidak hanya fokus kepada penampakan zhahir pada diri seorang muslim, tetapi mencakup sisi zhahir dan bathin. Sunnah tidak sekedar berjenggot dan memakai baju putih. Ada juga sunnah dari sisi akhlaq; sunnah berbicara lembut, halus, dan memperhatikan perasaan orang lain. Dan ada juga sunnah bersifat tawadhu’, menghormati orang lain, dan menahan lisan.

Kata UAS, Nabi suruh umat agar ikut sunnahnya dan para Khulafaur Rasyidun setelah beliau. Nabi perintahkan untuk berpegang teguh kepada sunnah-sunnah itu seperti seseorang yang menjaga sesuatu dengan menggigitnya sangat erat dan takut lepas. Untuk hidup sesuai dengan syariat Allah, jadikanlah sunnah sebagai pedoman hidup! Tidak akan pernah sesat orang-orang yang ikut Sunnah.

“Tidak akan pernah rugi karena mengikuti Sunnah Nabi,” tegas UAS.

Selain itu, Nabi mengecam orang-orang yang benci sunnah. Bahkan Nabi menyebutnya “bukan bagian dari umat Nabi”. Nabi juga mengecam orang-orang yang berbuat bid’ah. Bid’ah adalah perkara baru dalam agama; belum dibuat langsung oleh Nabi dan sahabat. Menurut Imam Syafi’i; jika perbuatan baru sejalan dengan Al Qur’an, sunnah, ijma’, dan atsar sahabat disebut dengan bid’ah mahmudah, perbuatan baru yang baik, seperti mengadakan perayaan peringatan Maulud Nabi. Dan jika bertentangan dengan Al Qur’an, sunnah, ijma’, dan atsar sahabat disebut dengan bid’ah madzmumah, bid’ah tercela.

“Orang yang makan dari sumber-sumber yang halal, mengamalkan Sunnah Nabi dalam hidup, dan selamat orang lain dari kejahatan/aniaya dirinya, dia akan masuk surga. Ini cara mudah masuk surga,” jelas UAS.

UAS juga menerangkan, syetan sudah putus asa menggoda orang-orang shalat agar beribadah/menyembah syetan, maka dia coba cara lain dengan membujuk dari sisi yang lain, digiring manusia untuk berbuat perbuatan-perbuatan yang dia suka, sehingga manusia berbuat bid’ah.

“Berpeganglah dengan erat kepada Kitabullah dan Sunnah Nabi,” demikian tutup UAS.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed