by

Di Hari Batik Nasional, Anies Mengapresiasi Pembatik Indonesia

-Nasional-49 views

IMEDIACYBER | Hari ini Jumat, 2 Oktober, semua peserta rapat di balaikota mengenakan batik, merayakan Hari Batik Nasional. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Instagram, Jumat (2/10/2020).

Lebih lanjut Anies mengatakan, tradisi memakai batik ini pada awalnya adalah terobosan. Sebuah terobosan yang kemudian diterima, diakui, hingga menjadi kebiasaan baru.

Batik, kata Anies, asalnya digunakan sebagai kain “jarik” (bawahan). Pakemnya dulu, kaum lelaki selalu memakai baju kemeja polos ataupun lurik dan tidak berkemeja dengan bermotif “gambar”.

“Suatu saat ada yang mengambil langkah kebaruan, di luar kebiasaan. Perancang busana menggunakan kain hasil membatik itu bukan sebagai jarik, tapi jadi kemeja bagi lelaki,” jelas Gubernur Anies.

Batik dinilai Anies mengejutkan karena menerobos kebiasaan, menerobos tradisi. Pastinya, sambung Anies, banyak pihak menyebut itu adalah “pelanggaran pakem”.

“Kini sejarah pelanggaran itu tak ada lagi yang tahu dan diingat. Bahkan hari ini batik pun bisa digunakan menjadi masker,” terang Anies.

Kemudian Anies memita untuk terus melakukan terobosan, yang membawa kebaruan dalam budaya. Tentu setelah terlebih dahulu melalui proses mengenal dan memahami tradisi yang ada.

“Pagi ini saya pakai batik buatan @imang_jasmine, seorang sahabat yang hingga kini tetap membatik sendiri di rumahnya,” ungkap Anies.

Anies pun mengapresiasi pada semua dan setiap pembatik di Indonesia yang terus menerus mengembangkan batik; memang tugas kita bukan hanya berkomitmen untuk sekadar melestarikan tradisi/budaya, tapi kita harus terus mengembangkan dan memajukan budaya.

“Selamat Hari Batik Nasional!,” demikian tutup Anies.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed