by

UAS: Jangan Kaku Betul Memahami Agama

-Kajian-88 views

IMEDIACYBER | Malaikat Rahmat tak akan masuk rumah yang di dalamnya ada patung, anjing, dan orang junub yang belum mandi wajib.

Hal tersebut disampaikan ulama Indonesia terkenal, Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui Instagram, Jumat (27/11/2020).

Lebih lanjut UAS mengatakan, maka Umat Islam tak sepatutnya hobi mengkoleksi anjing dan berbagai koleksi lain yang tidak bermanfaat.

Jika punya hobi, tutur UAS, buatlah hobi yang akan menyelamatkan di akhirat. Contoh: hobi bersedekah, berwakaf, menyantuni anak yatim, membangun masjid, memudahkan urusan umat Islam dan lain-lain. Contoh lainnya hobi membuka peluang enterpreneur dan melatih UMKM supaya lebih maju dalam berbisnis. Atau hobi bersih-bersih.

Kemudian UAS bercerita seputar Sayyidina Bilal bin Rabah. Beliau, kata UAS, adalah sahabat Nabi berkulit hitam tetapi dimuliakan menjadi seorang muadzin tetap Rasulullah dan masuk surga. Bahkan sebelum Ia meninggal, sudah terdengar suara gesekkan sandalnya di dalam surga.

UAS juga meminta rajin-rajinlah berwudhu’, menggosok gigi, mandi, dan bersih-bersih. Agar ketika berkumpul dengan umat Islam yang lain dalam keadaan bersih, rapi dan indah. Dan banyak juga buat amalan sunnah, terutama shalat sunnah.

“Bilal masuk surga sebabnya karena rutin shalat sunnah setelah berwudhu’. Padahal tidak pernah diajarkan oleh Nabi sebelum dia mengerjakannya,” jelas UAS.

Dari kejadian Bilal, tutur UAS, para ulama Mujtahid berkesimpulan bahwa tidak semua perkara yang tidak dibuat oleh Rasulullah otomatis Bid’ah atau salah serta terlarang dibuat. Imam Syafi’i, tambah UAS, menyebut ini dengan perkara baru yang mahmudah (terpuji) atau yang populer dikenal dengan bid’ah hasanah.

Kalaulah setiap perkara yang tidak dibuat Nabi adalah bid’ah sesat yang menyebabkan masuk surga, jangan-jangan kita tak bisa bernafas hari ini, tidak bisa makan, tidak bisa minum, tak bisa hidup, karena banyak yang kita buat hari ini tak pernah dibuat oleh Rasulullah.

“Jangan kaku betul memahami agama. Banyaklah belajar dan berguru kepada banyak ulama. Jangan macam memakai kacamata kuda!,” demikian tutup UAS.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed