by

Sindikat Penipuan Palawija Diringkus Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang

-Polhukam-144 views

IMEDIACYBER | Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten meringkus 5 dari 7 orang sindikat penipuan hasil palawija. Kelima Pelaku yang berhasil di ringkus Berinisial, TL, AP, IJ, Sb, SP, Sedangkan Dua orang lainnya yang berinisial ZK, dan YN salah satunya adalah otak kejahatan sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran.

“Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi menjelaskan kronologis peristiwa pidana itu. Kata Ade, peristiwa itu bermula saat korban yang berprofesi sebagai petani di Kabupaten Brebes mem-posting komoditas hasil taninya yakni bawang merah di media sosial Facebook.

“Postingan itu kemudian ditanggapi salah satu pelaku yang mengirim pesan berminat membeli bawang merah,” kata Ade saat konferensi pers di Mapolsek Balaraja, Jumat (11/12/2020).

Korban kemudian menanggapi pesan itu. Setelah berbalas pesan, disepakati harga bawang merah adalah Rp.22.000.-/Kg. Pelaku, kata Ade, kemudian mentransfer uang muka sebesar Rp.1.000.000.- (satu juta rupiah ) kepada korban.

“Karena sudah dapat uang muka, korban percaya saat diminta pelaku mengantar bawang merah sebanyak 1,440 Kg ke Pasar Sentiong, Balaraja,” kata orang nomor satu di Polresta Tangerang ini.

Korban lalu membawa bawang merah dari Brebes ke Pasar Sentiong. Tiba di Pasar Sentiong, para pelaku kemudian memindahkan bawang merah itu ke satu (1) unit mobil Daihatsu Grand Max A 1548 VM yang digunakan para pelaku.

Usai pemindahan barang, satu per satu para pelaku meninggalkan korban dengan alasan akan mengambil uang di ATM. Namun, setelah lama ditunggu, tak ada satu pun pelaku yang kembali. Nomor ponsel para pelaku pun tidak aktif.

“Sadar telah menjadi korban penipuan, korban langsung membuat laporan ke Polsek Balaraja,” ujar Ade.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Berdasarkan jejak digital yang ditinggalkan, polisi berhasil meringkus para pelaku. Korban sendiri mengalami kerugian hingga sekitar Rp35 juta. Berdasarkan keterangan para pelaku, kejahatan itu sudah beberapa kali dilakukan ke petani kunyit, jahe, dan tanaman palawija lainnya.

“Salah satu pelaku adalah penadah yang membeli barang hasil kejahatan sebesar Rp14 ribu per kilogram,” terang Ade.

Ade menerangkan, kasus itu masih terus dikembangkan. Tersangka yang sudah jadi DPO akan terus dikejar. Sedangkan terhadap para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman Empat (4) tahun penjara.

Adapun barang bukti satu unit mobil Daihatsu Grand Max No Pol A 9126 CA (Terpasang), Dua buah plat No Pol A 1458 VM ( Palsu), Dua buah plat No Pol B 9468 TCJ (Palsu), Satu buah plat No Pol B 9162 CAI (Palsu), Satu unit Hp merk Vivo, Foto akun Facebook dengan nama akun Yoga Saputra, Foto bongkar muat bawang merah, dua karung bawang merah.

“Lanjutnya Ade berpesan, agar masyarakat tidak mudah percaya dengan orang baru dikenal apalagi via media sosial. Ade meminta, masyarakat selektif dalam bertransaksi agar tidak menjadi korban kejahatan.

“Hati-hati dalam bertransaksi yang berawal dari medsos,” pungkasnya. [Rdn Noer]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed