by

Kawasan Wisata Kotatua akan jadi Kawasan Rendah Emisi

-Wisata-54 views

IMEDIACYBER | Kawasan Wisata Kotatua merupakan Kawasan Wisata Historis Kota Jakarta. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Instagram, Jumat (18/12/2020).

Lebih lanjut Anies menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan kegiatan penataan melalui berbagai program dan kegiatan Perangkat Daerah untuk dapat mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan wisata besar dan aktif baik pariwisata domestik maupun internasional.

Menurut Anies, Low Emission Zone/Kawasan Rendah Emisi merupakan kawasan dimana akan diberlakukan pengurangan mobilitas di dalam kawasan dengan kendaraan pribadi dan angkutan barang untuk menekan polusi udara yang diakibatkan oleh emisi kendaraan bermotor. Polusi udara selain berakibat buruk bagi kesehatan juga menimbulkan dampak terhadap penurunan kondisi kualitas bangunan cagar budaya di Kawasan Wisata Kota Tua.

Dikatakan Anies, Low Emission Zone/Kawasan Rendah Emisi hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki, pesepeda, angkutan umum, dan kendaraan khusus yang sudah lulus uji emisi dan operasionalnya tidak dapat digantikan oleh layanan angkutan umum.

Penerapan Low Emission Zone/Kawasan Rendah Emisi, tutur Anies, merupakan kegiatan pertama penataan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lainnya dalam rangka untuk mengembangkan Kawasan Wisata Kotatua Jakarta.

Para pegawai yang berkantor dan para pengunjung dari dan menuju Kawasan Wisata Kotatua, kata Anies, diarahkan menggunakan fasilitas layanan angkutan umum yang disediakan.

Sebagai informasi, untuk pengguna kendaraan pribadi disediakan area parkir di 2 lokasi yaitu di Area Parkir Taman Kota Intan dan Pelataran Parkir Glodok. Dari lokasi tersebut para pegawai ataupun pengunjung dapat berjalan kaki atau memanfaatkan layanan shuttle bus yang disediakan untuk menuju Kawasan Wisata Kotatua.

Low Emission Zone/Kawasan Rendah Emisi meliputi Jalan Pintu Besar Utara-Jalan Kalibesar Barat-Jalan Kunir sisi selatan-Jalan Kemukus-Jalan Ketumbar-Jalan Lada.

Para pengguna jalan diharapkan menghindari ruas jalan tersebut, mematuhi rambu lalu lintas yang disediakan, dan memperhatikan arahan dari petugas di lapangan.

Kebijakan pengalihan arus lalu lintas ini diujicobakan pada 18 Desember 2020 sampai dengan 23 Desember 2020 selama 24 jam.

“Mohon dukungannya!,” demikian tutup Anies.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed