by

Dua Sisi

-Ragam-32 views

IMEDIACYBER | Dalam satu kesempatan dipertemuan keluarga, salah seorang Paman dari garis Bapak pernah menanyakan kenapa menolak tawaran untuk kerja di kantor Pengacara kenalannya (dulu Pamanku pernah menjadi Advokat tetapi kemudian dia berhenti dan mendirikan Yayasan Pendidikan di tanah kelahiran).

Waktu itu saya hanya menjawab… “Sudah kehilangan gairah untuk bekerja di bawah tekanan…”

Sambil tersenyum dia membalas ucapan saya, “kalau mau jadi konsultan harus pandai bermain di dua sisi, seperti Bibimu (Bibi adik dari Bapak lainnya ada yg pernah menjadi seorang Panitera, tetapi kemudian setelah menikah lebih memilih karir sebagai konsultan hukum tapi itupun beliau tinggalkan setelah perkawinannya membuahkan anak pertama)”.

Saya berusaha mencerna kalimatnya, sayang karena situasi dan kondisi yg tidak memungkinkan untuk diskusi saya tak sempat menanyakan maksud kata-kata beliau.

Dan sekarang… setelah mempelajari kasus demi kasus baik dari sosial discusi ataupun dari beberapa kali interaksi by phone atau masangger, baru saya mengerti pentingnya seorang konsultan hukum bermain di dua sisi.

Penasaran ingin tahu alasannya kenapa? Jawabannya adalah jangan pernah jadi Pengacara, berkarier aja menjadi konsultan hukum, maka kamu akan tahu apa artinya keharusan bermain di dua sisi.

Opini oleh: Mboy Junawan, penulis adalah Pengawas Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anarki Nusantara (Antara) 56.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed