by

Anies Makan di Warung Pecel Lele Milik Keluarga Tangguh

-Ekonomi-10 views

IMEDIACYBER | Di sebuah warung Pecel Lele, seorang anak usia 14-an tahun serius bekerja. Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui media sosial Instagram, Jumat (26/3/2021).

Lanjut Anies, dia terampil bergerak dari satu tugas ke tugas lain. Memotong sayur-sayuran, menyeduh teh, menyiapkan nasi, ataupun mencuci piring-gelas kotor. Anak ini lincah, tangkas dan ceria.

“Saya panggil dia dan sampaikan, “Kalau sudah selesai bantu-bantu, nanti ke sini lagi ya.” Tapi dia lama tidak balik, rupanya dia non stop bekerja,” ujar Anies.

Menurut Anies, di warung ini pengemudi ojek datang silih berganti mengambil pesanan. Pantas saja pekerjaan tidak pernah berhenti.

“Saya selesai makan, baru dia datang,” tukas Anies.

Kata Anies, dia tak canggung, menjawab dengan fasih. Namanya: Muhammad Fahri Husaini Arrosi, panggilannya Rosi.

“Saat siswa kelas 8 ini ditanya kapan belajarnya, “Kalau pagi, soalnya sekolahnya masuk siang dan sekarang kan online.” Rupanya mereka pilih sekolah siang supaya di pagi hari bisa istirahat dan belajar,” papar Anies.

“Saya mau jadi pengusaha, Pak,” jawabnya cepat saat ditanya cita-citanya. Mimpinya jelas.

Berasal dari Jatibarang, Brebes, keluarga ini menjalankan usaha warung pecel lele di tepi jalan. Istri, suami dan anak bekerja bersama. Semua tertib bermasker walau areal penggorengan itu lembab dan panas.

Keluarga ini sederhana, tapi mereka tangguh. Terlihat bahwa sesungguhnya Pak Agus itu pendidik yang hebat. Dia sedang mendidik anaknya menjadi ulet, terampil dan bersahaja.

Ibu dan Ayah ini tengah menumbuhkan generasi baru yang hebat. Warungnya adalah ruang pendidikannya, ruang perluasan wawasannya. Mereka latih anaknya untuk kalahkan kantuk dan lelah, menata satu persatu bata untuk bangunan masa depan yang lebih baik.

Malam tadi dalam perjalanan bersepeda pulang dari Stasiun MRT Lebak Bulus, tutur Anies, kami berhenti di warung pecel lele di tepi Jalan Pasar Jumat. Yang kami temukan bukan cuma pecel lele yang enak sekali, tapi juga satu keluarga pejuang, keluarga pendidik.

Kota ini penuh dengan orang tangguh. Negeri ini memang produsen pekerja keras. Orangtua yang dalam kesederhanaanya -dan tanpa disadarinya- sedang mendidik anak-anaknya jadi pribadi hebat.

“Kita doakan Rosi, serta jutaan Rosi lain di kota ini dan bangsa ini, makin tangguh ditempa dan kelak jadi pribadi membanggakan bagi ibunya, bagi ayahnya dan bagi kita semua,” demikian tutup Anies.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed