by

UHF Berharap Pejabat Publik Berbicara Lebih Santun

-Polhukam-21 views

IMEDIACYBER | Santai aja… Prinsip saya kan sederhana bahwa teko akan selalu mengeluarkan isinya.

Demikian cuitan Ustadz Hilmi Firdausi (UHF) melalui media sosial Twitter, Sabtu (10/4/2021).

Melanjutkan cuitannya, UHF mempostingnya di media sosial Instagram, Minggu (11/4/2021), dengan berkata, Insyaa Allah semua orang yang telah mencaci maki saya telah saya maafkan.

Diungkapkan UHF, termasuk bapak komisaris yang sedang ramai dibicarakan karena pembatalan kajian Ramadhan beberapa ustadz di PT PELNI ini insyaa Allah juga telah saya maafkan, walaupun tahun lalu kajian saya sempat dibatalkan di salah satu BUMN, saya tidak marah dan tidak dendam.

Harapan saya, sambung UHF, kedepan para pejabat publik berbicara lebih santun dan tidak asal melabeli orang radikal tanpa bukti yang jelas. Menurut UHF, Anda semua digaji oleh negara, berarti digaji juga oleh rakyat, maka berbicaralah yang baik kepada rakyat.

Kemudian UHF berpesan saya untuk semuanya; “jangan karena berbeda, lalu mudah sekali menuduh orang radikal. Biasakanlah menggunakan akal sebelum bicara dan perbanyaklah literasi keislaman sehingga pemikiran tentang islamnya menjadi komprehensif dan tidak dangkal”.

“Indonesia dibangun dengan persatuan dalam perbedaan, bukan dengan hujatan dan kebencian,” demikian tutup UHF.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed