by

Tengku Zulkarnain Cerita Perubahan yang Baik Pendatang China di Medan

-Ekonomi-10 views

IMEDIACYBER | Dahulu di Tanah Deli ada angkutan yang bernama Angkong. Ditarik pakai orang dan dinaiki oleh penumpang di belakang sang penarik Angkong itu.

Hal tersebut diceritakan Ustadz Tengku Zulkarnain melalui media sosial Instagram, Selasa (20/4/2021).

Masih cerita Tengku Zulkarnain, saat itu ada kabar bahwa jika sang penarik Angkong itu buang angin, maka penumpang lnya tidak akan membayar ongkos alias gratis.

Menurut Tengku Zulkarnain, hampir 100 persen penarik Angkong adalah pendatang dari China Daratan sementara penumpangnya adalah orang Melayu, pribumi negeri ini. Dan, lanjut dia, dari namanya saja memang sudah ketahuan bahwa nama Angkong itu berasal dari China Daratan sana…

Tengku Zulkarnain pun melanjutkan ceritanya. Belakangan para penarik Angkong itu sering duduk termenung menunggu penumpang.

“Apa kabar Lu ha? Kenapa Lu termenung?”. Mereka menjawab:”Hayyaa Be Ciak, Lha (hayyyaa belum makan, lha…). Lama lama nama Angkong berobah menjadi BECAK, yang beradaptasi dengan lidah Melayu dari kata “Be Ciak” itu…

“Wallahu a’lam. Tapi yang jelas kini hampir tidak ada lagi becak yang didayung oleh manusia,” ujar Tengku.

Dan, sambung dia, penariknya jika pun masih ada adalah orang Pribumi Indonesia. Dan saya yakin, tutur Tengku, mungkin tidak ada satupun keturunan pendatang China Daratan itu yang jadi penarik beca saat ini…

“Satu perobahan yang baik bagi kehidupan mereka…,” demikian tutup Tengku Zulkarnain.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed