by

UHF Pertanyakan Definisi ASN Radikal Menurut Pemerintah

-Polhukam-14 views

IMEDIACYBER | Banyak ASN radikal? Semoga yang dimaksud bukanlah ASN yang rajin ke masjid, pakai celana cingkrang, berjanggut dan ada bekas tanda sujud di dahinya.

Demikian disampaikan Ustadz Hilmi Firdausi (UHF) melalui media sosial Instagram, Selasa (20/4/2021).

“Mohon diperjelas apa definisi radikal yang dimaksud menurut pemerintah agar tidak menjadi fitnah,” ujar UHF.

Menurut UHF, negeri ini justru sedang membutuhkan ASN yang sholih sholihah untuk memperbaiki kinerja birokrasi Indonesia agar lebih transparan, jujur dan efisien dalam melayani masyarakat.

Pada sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo menyebutkan, hampir setiap bulan dirinya memecat dan menonjobkan PNS yang terpapar paham radikalisme terorisme. Menurutnya, hal itu merupakan bagian kecil dari PNS yang ada di Indonesia.

Sedang sebagian besar lainnya, dalam tiga tahun terakhir ini, diakuinya produktivitas ASN semakin membaik dan mengalami peningkatan.

Menurut dia, para PNS itu banyak yang terpapar paham radikalisme dan terorisme. Pemahamannya tentang area rawan korupsi pun masih sangat rendah. Bahkan, ikut terlibat ke dalam jaringan dan pencandu narkotika.

“Mereka punya paham radikalisme dan terorisme, dia juga tidak memahami area rawan korupsi, pengguna narkoba dan pengedar. Itu sebagian kecil PNS kita yang harus dicermati bersama,” jelas Tjahjo saat zoom meeting, Minggu (18/4/2021).

Dalam sebulan, Tjahjo mengaku bisa memecat dan menonjobkan sebanyak 30-40 ASN, karena telah terpapar paham radikal itu. Selain itu, ada juga yang diturunkan pangkat dan dijatuhkan sanksi lainnya.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed