by

Ada GBT, Aa Gym: Perbanyak Berdoa, Bertakbir, Bersedekah dan Sholat Gerhana

-Kajian-17 views

IMEDIACYBER | Melalui akun media sosial Instagram miliknya, Rabu (26/5/2021), ulama kondang asal Bandung, Jawa Barat, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengutip sebuah hadits seputar kekuasaan Allah SWT.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi’ wa sallam bersabda: “Seungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakan shalat dan bersedekahlah” (HR Bukhari No. 1044).

“Ayoo jangan lewatkan momen ini, mari kita perbanyak berdoa, bertakbir, bersedekah dan sholat gerhana yaa,” ujar Aa Gym.

Lanjut Aa gym, terkhusus bagi daerah yang dapat menyaksikan peristiwa ini.

Seperti diketahui, peristiwa gerhana bulan total (GBT) yang juga bulan merah super (super blood moon) yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021 adalah fenomena langka. Hal ini disampaikan oleh Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) M Zamzam N MSi, dalam live instagram @pussainsa_lapan bertajuk Mengulas Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021.

“Ini termasuk langka, karena gerhana bulan total berwarna merah, baru bisa terjadi berapa puluh tahun lagi,” tutur Zamzam, Selasa (25/5/2021).

Zamzam mengatakan bahwa gerhana bulan total berwarna merah saja tergolong langka karena baru bisa terjadi beberapa puluh tahun lagi.

Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Nasional LAPAN, Andi Pangerang Hasanuddin menjelaskan bahwa GBT kali ini bertepatan pada 26 Mei pukul 18.13 WIB, 19.13 WITA dan 20.13 WIT dengan jarak 357.461 kilometer dari Bumi.

Pada saat bulan purnama, Matahari dan Bulan akan berada dalam satu garis lurus, sehingga cahaya Matahari dapat menerangi permukaan Bulan secara maksimal, dengan bumi berada di antara keduanya.

Nah, karena cahaya Matahari menerangi permukaan Bulan secara maksimal, maka bulan nampak bulat sempurna dipandang dari Bumi. Kedudukannya membentuk garis lurus yang disebut oposisi (solar) atau istiqbal.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed