by

Pahala Membangun Masjid Tak Terkira, UAS: Jangan Mati Sebelum Bangun Masjid

-Kajian-9 views

IMEDIACYBER | Jangan mati sebelum bangun masjid. Demikian disampaikan ulama terkenal Indoneisa, Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui akun media sosial Instagram miliknya, Senin (7/6/2021).

Kata UAS, niat itu memacu semangat cari rezeki. UAS juga menyebut niat itu memotifasi untuk menggenggam kekuasaan.

Selain itu menurut UAS, niat itu membangkitkan semangat hidup.

“Niat itu membuat amal tercapai, walau belum terwujud,” demikian tutup UAS.

Menutip Dr KH Syamsul Yakin MA dari laman Republika, bahwa orang yang membangun masjid memperoleh pahala. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa membangun masjid karena Allah maka Allah akan membangunkan untuknya istana di surga .” (HR Bazzar).

Tentu ini sebuah pahala yang besarnya tidak terkira. Persoalannya adalah apakah harus satu masjid secara utuh?

Tentu tidak harus utuh satu masjid. Nabi SAW menginformasikan, “Barangsiapa membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR Ibnu Majah). Hadits ini membuktikan Nabi SAW peka terhadap kondisi umatnya, secara teologis dan sosiologis.

Secara teologis, membangun masjid juga memang dipuji oleh Rasulullah SAW, “Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar.” (HR Muslim). Masjid itu tidak dapat berfungsi sebagai pasar.

Oleh karena itu, para ahli fikih mensyaratkan berjualan harus di luar pagar masjid.

Allah SWT memberi isyarat agar membangun masjid harus berdasar takwa, “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya.” (QS al-Taubah/8: 108). Maksudnya masjid dibangun bukan untuk menunjukkan kesalehan sosial atau meninggikan derajat di tengah masyarakat.

Dalam Alquran diungkap selain masjid yang dibangun atas dasar takwa, ada yang namanya masjid dhirar. Allah SWT berfirman, “Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemadharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan memecah belah antara orang-orang mukmin.” (QS al-Taubah/8: 107).

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed