by

Ustadz Wijayanto Imbau Jangan Menunda-nunda Amal

-Kajian-7 views

IMEDIACYBER | Jangan sampai kamu melakukan pekerjaan yang bisa kamu kerjakan hari ini, tapi kamu menundanya sampai besok. Belum tentu besok ada kesempatan yang sama, belum tentu kesempatan itu datang lagi.

Hal tersebut disampaikan ulama kondang Ustadz Wijayanto (Uwi) melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Kamis (8/7/2021).

Kata Uwi, orang itu sukanya kalau ada kesempatan sukanya disia-siakan. Padahal menangkap momen itu penting. Karena kalau sudah kehilangan momen akan sangat kacau.

Uwi menuturkan, jangan pernah menunda-nunda amal, karena mati itu datang secara tiba-tiba. Kita tidak tahu kapan kita mati karena, kalau semua orang tahu kapan waktunya, tidak ada dinamika kehidupan.

Kita mati tiga hari lagi, tetapi enak ya, bisa bikin undangan. “Hadirilah pemakaman kami, insyaAllah tiga hari lagi saya mati.” Kalau seperti itu, orang akan ibadah terus malah lupa kehidupan dunia, atau dia beramal dunia terus lupa akhirat. Mumpung mau mati, terus bermaksiat luar biasa.

Kematian yang kita tidak tahu itu pasti, kita segerakan untuk beramal kebaikan. Salah satu amal yang harus disegerakan itu, Allah SWT tegaskan langsung di dalam QS Ali ‘Imran ayat 133,

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali ‘Imran 3: Ayat 133).

Menurut Uwi dalam ayat di atas disebutkan amalan yang harus disegerakan di antaranya tobat, inabah, kembali kepada Allah SWT. Menunda tobat itu, sambung Uwi, tidak ada baiknya sama sekali. Orang mau berbuat baik saja kok menunggu nanti kalau sudah punya anak, menunggu kalau sudah nikah, punya cucu. Bisa jadi, sebelum punya cucu, kita sudah mati duluan.

Orang mau pakai jilbab saja menunggu-nunggu, nantilah kalau sudah nenek-nenek. Kalau sudah nenek-nenek, kewajiban jilbabnya malah sudah tidak sebagaimana kita masih muda.

“Seluruh amalan yang mendekatkan manusia pada surga, mendekatkan pula kepada Allah SWT dan manusia. Siapapun yang dekat dengan Allah SWT, dia akan dekat dengan surga, dekat juga dengan manusia,” demikian tutup Uwi.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed