by

Survei: Separuh Penduduk Jakarta Terdeteksi Memiliki Antibodi Covid-19

-Berita-12 views

IMEDIACYBER | Perang melawan pandemi adalah kerja panjang, pemerintah butuh kepercayaan masyarakat agar bisa menghadapinya bersama. Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Jumat (16/7/2021).

Kata Anies, sejak hari pertama strategi penanganan COVID-19 di Jakarta selalu mengedepankan transparansi, tidak ada yang ditutup-tutupi dan berdasarkan pendekatan ilmiah, percaya pada ilmuwan.

“Pemprov DKI kembali berkolaborasi dengan para ilmuwan,” ujar Anies.

Anies mengungkapkan, Dinkes DKI Jakarta, TIM FKM-UI, Lembaga Eijkman dan CDC Indonesia melakukan survei serologi DKI Jakarta pada 15-31 Maret. Hasilnya, sambung Anies, ditemukan bahwa separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

Dijelaskan Anies, Survei Serologi mengukur proporsi warga yang memiliki antibodi terhadap virus SARS CoV-2. Antibodi terbentuk bila kita pernah terpapar atau sudah divaksinasi, saat survei ini dilakukan baru 11,4 persen penduduk Jakarta yang sudah vaksin.

“Dari 4.919 orang disurvei, hasilnya 44,5 persen sudah pernah terinfeksi virus SARS CoV-2!,” tukas Anies.

Lanjut Anies, dari 10,6 juta penduduk Jakarta maka diperkirakan sekitar 4.717.000 penduduk Jakarta pernah terinfeksi pada akhir Maret lalu.

Anies menerangkan, ketika survei ini dilakukan total kasus terkonfirmasi di Jakarta adalah 382.055. Ini berarti dari jumlah 4,7 juta estimasi warga yang pernah terinfeksi hanya 8,1 persen yang terdeteksi. Padahal testing di Jakarta sudah sangat tinggi, 10-20x dari standar WHO.

“Ini artinya banyak kasus tidak bergejala, sehingga tidak pernah dites dan tidak terdeteksi,” imbuh Anies.

Menurut Anies, virus ini elusive alias “licin” karena bisa terus bermutasi. Semakin kita tahu tentang virus ini, semakin kita bisa menyusun strategi menghadapinya. Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh berbagai survei, uji klinis, penelitian di Jakarta terkait COVID.

Kata Anies, hasil survei serologi ini menjadi dasar ilmiah untuk pengambilan keputusan dan penyusunan strategi ke depan. “Kami juga sudah laporkan juga ke Pemerintah Pusat,” tutur Anies.

Anies mengakui dari sisi pemerintah terus memperkuat 3T dan masyarakat harus disiplin 5M. Menurut Anies, kita harus memastikan semua yg beraktivitas di Ibu Kota memiliki kekebalan, sebagai antisipasi bila berubah menjadi endemi. Jangkauan vaksinasi diperluas melalui kolaborasi.

“Mari lindungi diri dengan divaksinasi. Vaksin terbaik adalah vaksin yg tersedia saat ini, jangan tunda lagi, daftar lewat JAKI,” demikian tutup Anies.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed