by

Ustadz Wijayanto Paparkan Tugas Suami dalam Rumah Tangga

-Kajian-8 views

IMEDIACYBER | Kebersamaan antara suami-istri adalah hal yang sangat positif. Tidak hanya sholat berjmaah, tetapi juga kebersamaan dalam kegiatan sehari-hari.

Demikian disampaikan ulama kondang Ustadz Wijayanto (Uwi) melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Kamis (15/7/2021).

“Kewajiban suami dalam rumah tangga yaitu memberi tempat yang layak, memberikan nafkah lahir bathin dan mengarahkan ke jalan yang benar,” ujar Uwi.

Tugas seorang suami itu, pertama, memberi tempat yang layak bagi istrinya sesuai dengan kemampuan. Artinya, kata Uwi, kalau memang tidak mampu, jangan menambah dua, tiga, atau empat.

“Wong satu saja tidak mampu,” tutur Uwi.

Saya mampu, ungkap Uwi, tetapi saya belum melakukan. Mampunya secara lahir. Hanya soal kesejahteraan, itu gampang. Tetapi untuk soal mem bahagiakan, itu sulit.

Dua, lanjut Uwi, tercukupinya kebutuhan batin. Kalau ibu ditinggal pergi terus. nanti jadi jablai. Suaminya jadi Bang Toyib, tiga kali lebaran tidak pulang-pulang, tidak jelas. Di dalam shighat ta’liq yang ditandatangani suami-istri, pada Buku Nikah Kementerian Agama, disebutkan bahwa jika enam bulan lamanya tidak di ketahui ke mana perginya, maka sudah jatuh talak satu.

Ketiga, menurut Uwi, kalau memang tidak bisa berjalan di atas ridha Allah Swt. Karena, tugas suami itu menuntun istrinya pada jalan yang benar. Misalnya, suami sudah jelas-jelas tidak mendukung untuk beribadah. Apalagi suami sudah pindah agama, suami sudah tidak seakidah lagi. Maka, itu cerai secara otomatis. Dulu, di zaman Nabi Saw. ada yang seperti itu. Banyak istri-istri yang suaminya enggak mau hijrah. Karena, hijrah jadi kepentingan. Maka kata Nabi Saw, Ceraikan dia. Tetapi, hijrah tidak berlaku sekarang, “La hijrata ba’dal fathi”. Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed