by

Terkait Kasus Asep, Sandiaga: Di Masa Krisis Ini Kita Tingkatkan Rasa Kemanusiaan

-Ragam-6 views

IMEDIACYBER | Guys, sudah saatnya di masa krisis ini kita meningkatkan sense of humanity, rasa kemanusiaan. Sulitnya mencari peluang kerja di masa pandemi harus kita solusikan bersama bukan dengan tindakan yang kurang mencerminkan kepekaan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Senin (19/7/2021).

“Selamatkan LAPANGAN KERJA tetap harus menjadi prioritas selama masa pandemi,” ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, benar bahwa masyarakat harus patuh pada peraturan PPKM Darurat yang telah ditetapkan. Namun di samping itu, sambung dia, kita juga harus hadir memberikan solusi seperti bantuan secara langsung.

Kata Sandiaga, kisah Asep ini harus menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk kami di Kemenparekraf yang merupakan pemangku kebijakan untuk sektor ekonomi kreatif.

“Inovasi, adaptasi dan kolaborasi harus segera dihadirkan kepada masyarakat,” jelas Sandiaga.

Sandiaga berharap tidak terulang lagi hal yang serupa. Dia juga doakan semoga usaha kopi Asep bisa terus bertahan.

“Kemenparekraf siap memberikan pelatihan dan pendampingan usaha agar usaha Asep dan usaha mikro lainnya bisa bertahan dan naik kelas,” demikian tutup Sandiaga.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi mengeksekusi Asep Lutfi Suparman (23), pemilik kedai kopi yang memilih 3 hari kurungan penjara sesuai vonis persidangan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7/2021).

Asep menjalani hukuman di Lapas tersebut setelah dinyatakan bersalah melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Asep mengaku kaget karena menjalani hukumannya di Lapas bersama ratusan narapidana berbagai kasus lainnya, dan tidak di Polres atau Polsek sesuai perkiraan sebelumnya.

“Saya kaget, saya kira ditahannya di Polsek atau Polres, tapi ternyata saya ditahannya di Lapas. Tapi saya siap,” jelas Asep kepada wartawan saat hendak memasuki gerbang besi Lapas.

Asep merupakan pemilik kedai kopi asal Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang lebih memilih dipenjara selama 3 hari daripada bayar denda Rp5 juta ke Negara sesuai vonis hakim di persidangan virtual Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Selasa (13/7/2021).

Sidang yang dipimpin hakim Abdul Gofur tersebut digelar bagi 9 pelaku usaha lainnya yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed