by

Ustadz Wijayanto Sebut Curhat Dengan Ghibah Itu Beda

-Kajian-9 views

IMEDIACYBER | Dengan dalih curhat, kita semua seolah olah melegalkan ghibah terhadap seseorang. Mungkin awalnya hanya membicarakan kebaikan, tapi lama-lama menjerumus kesemua celah orang tersebut.

Hal tersebut disampaikan ulama kondang Ustadz Wijayanto (Uwi) melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Selasa (3/8/2021).

Kata Uwi contohnya begini. “Eh, si Fulan itu shalih, rajin, pinter, tapi kok yaa… bla… bla….” dan akhirnya kata “tapi” nya lebih banyak.

Atau seperti ini: “Aku kemaren di-sms si Fulanah. Dia mengatakan aku begini dan begini” sambil menunjukkan sms, sementara yang di “curhatin” penasaran melihat hpnya. “Iya, aku kesel sama Fulanah. Masak ngatain aku seperti itu”

“Tuh, ujung-ujungnya ghibah kan???,” ujar Uwi.

Menurut Uwi, ghibah, ya ghibah. Dalam bahasa lainnya ada yang menyebut dengan kata nggosip, nggunjing, atau bahasa solo-nya ngerasani. Membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya.

“Mau apapun yang diomongkan tentang seseorang, baik itu keburukan atau kebaikannya sekalipun, kalau orang tersebut tidak ridha, maka itu bisa menjadi ghibah. Makanya, mulai sekarang hati-hati ya!,” demikian tutup Uwi.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed