by

Bima Arya: Dirgahayu Kota Ambon, Terus Bersama dalam Keberagaman!

-Ragam-6 views

IMEDIACYBER | Melihat dari dekat toleransi di Kota Ambon. Pernah mengalami masa yang berat pada 1999, seiring berjalannya waktu membuat masyarakat Ambon semakin dewasa dan hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Rabu (8/9/2021).

“Tiba di Ambon, saya menunaikan Shalat Ashar di Masjid Raya Al-Fatah yang megah,” ujar Bima.

Lebih lanjut Bima mengatakan, letaknya bersebelahan dengan Masjid Jami An Nur yang merupakan merupakan cikal bakal dibangunnya Masjid Raya Al Fatah. Masjid Jami An Nur yang dibangun pada 1860 oleh seorang Imam besar, Haji Abdul Kadir Hatala.

Sekitar satu jam dari Kota Ambon, tutur Bima, masuk Wilayah Maluku Tengah terdapat jejak penyebaran agama Islam dan agama Kristen yang ditandai oleh bangunan masjid dan gereja yang usianya sudah berabad-abad.

Menurutnya, Masjid Wapauwe dibangun pada tahun 1414. Sementara Gereja Immanuel dibangun oleh Belanda tahun 1659. Uniknya, sambung dia, letak masjid dan gereja tersebut berdekatan hanya terpaut jarak sekitar 300 meter saja.

Bima menyebut di Kota Ambon ada Gereja Katedral St Fransiskus Xaverius yang dibangun awal abad 20. Pada masa konflik tahun 1999 Gereja ini jadi tempat pengungsian warga yang memerlukan perlindungan, baik Muslim maupun Kristen.

Kemudian, lanjut Bima, saya sempatkan kunjungi monumen World Peace Gong. Monumen ini merupakan Gong Perdamaian Dunia ke-35 di dunia. Permukaan gong berisi gambar bendera Negara di seluruh dunia, bagian tengahnya terdapat lambang agama-agama besar yang ada di dunia. Ada lambang Pancasila yang tampak kokoh terpasang pada bagian atas penyangga.

“Dirgahayu Kota Ambon, terus bersama dalam keberagaman!,” demikian tutup Bima.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed