by

Anda Pria yang Ingin Subur? Hindari Makanan Ini

-Ragam-9 views

IMEDIACYBER | Sebuah penemuan menyebutkan, jumlah sperma rata-rata pria cenderung menurun setelah usia 40. Temuan ini seharusnya membuat para pria waspada, mengingat pengetahuan soal kesehatan dan kualitas sperma masih jauh dari kesadaran kolektif.

Melansir dari laman The University of Chicago Medical Center, dokter menerangkan penurunan kualitas sperma disebabkan berbagai faktor. Makanan salah satunya.

Untuk kesuburan pria terdapat pantangan makanan yang sebaiknya dibatasi bahkan dihindari agar tak menurunkan kualitas sperma. Pantangan makanan untuk kesuburan pria, salah satunya adalah produk kedelai sampai daging olahan.

Untuk diketahui, sejumlah penelitian yang mendasari daftar pantangan ini hanya dibuat untuk menunjukkan asosiasi atau keterkaitan, bukan penyebab ketidaksuburan.

Kebanyakan riset yang berhubungan dengan nutrisi tidak dirancang untuk menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan penyakit tertentu pula, melainkan sebatas memperlihatkan asosiasi antara keduanya.

Produk yang mengandung pestisida dan bisphenol a (BPA)
BPA sama sekali tidak memiliki hal positif, gawatnya bahan ini ada di sebagian besar makanan kemasan dan makanan kaleng. Baik BPA maupun bahan kimia dalam pestisida bertindak sebagai xenoestrogen–bahan kimia yang meniru esterogen.

Sama seperti fitoestrogen dalam kedelai, xenoestrogen dapat merusak konsentrasi sperma. Itu sebabnya laman The University of Chicago Medical Center menulis, bahan ini mungkin jadi yang paling mengkhawatirkan di antara daftar pantangan makanan untuk kesuburan pria.

Lemak trans
Kekhawatiran utama dari para peneliti adalah tentang lemak trans yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Tak berhenti di situ, sebuah penelitian di Spanyol pada 2011 mengaitkan peningkatan asupan lemak trans dengan penurunan jumlah sperma melansir Heart.org.

Menurut sumber lain, dikutip dari laman Fertility Institute San Diego, lemak trans digunakan untuk memperpanjang umur simpan sebuah produk makanan. Namun sebuah studi menunjukkan bahwa sperma dengan kadar asam lemak trans tinggi dikaitkan dengan konsentrasi sperma yang lebih rendah.

Susu tinggi lemak
Susu dapat memperbaiki atau menyehatkan tubuh, terkecuali sperma. Itu sebab pria harus memilih susu versi rendah lemak atau bahkan bebas lemak dan produk susu lainnya demi mencegah efek negatif pada kesehatan sperma.

Karenanya produk dengan susu lemak tinggi termasuk pantangan makanan untuk kesuburan pria.

Berdasarkan data dari Rochester Young Men’s Study, analisis sperma dan diet dari 189 pria usia reproduksi (18-22 tahun) menunjukkan bahwa produksi susu tinggi lemak (misalnya susu murni, krim dan, keju) dikaitkan dengan penurunan motilitas dan abnormalitas sperma.

Daging olahan
Tidak mengejutkan daging olahan menjadi salah satu pantangan makanan. Penelitian terbaru mengaitkan bahan ini dengan segala macam penyakit.

Daging olahan sendiri termasuk di antaranya hot dog, salami, dendeng, bacon dan lain sebagainya. Memang semua makanan itu lezat.

Tapi untuk kasus kualitas sperma, beberapa studi menemukan hubungan antara konsumsi daging merah olahan dengan penurunan sperma dan perubahan motilitas (pergerakan) sperma.

Tak dijelaskan rinci bagaimana daging olahan mempengaruhi sperma, tapi efeknya disebut negatif. Sebagai catatan, penelitian yang sama juga menemukan hubungan antara mengonsumsi ayam dengan penurunan kesehatan sperma.

Produk kedelai berlebih
Produk kedelai mengandung fitoestrogen-senyawa yang mirip estrogen yang berasal dari tumbuhan. Sebuah penelitian sebagaimana dilaporkan NCBI terhadap 99 pria dari klinik kesuburan di Boston menyimpulkan bahwa asupan kedelai yang berlebihan dapat menurunkan konsentrasi sperma.

Studi lain menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi kedelai paling banyak, memiliki jumlah sperma yang paling sedikit. Makanan berbasis kedelai termasuk di antaranya susu kedelai, burger vegetarian, tahu dan tempe.

Dalam riset tersebut, pria dengan obesitas atau kelebihan berat badan adalah yang paling terpengaruh.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed