by

Ruh Bisa Dipanggil, Ustadz Abdul Somad: Masa Sih?

-Kajian-13 views

IMEDIACYBER | Manusia terdiri dari fisik dan metafisik, atau selalu disebut zhohir dan batin. Demikian disampaikan ulama Indonesia terkenal, Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Senin (8/11/2021).

Lebih lanjut UAS mengatakan, orang Indonesia mengakui itu dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya: bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Orang bule yang katanya tidak percaya alam ghaib pun ketika saat terdesak mereka teriak, “SOS” (safe our soul).

“Yang fisik disebut badan atau jasad. Yang non fisik disebut ruh,” ujar UAS.

Kata UAS, ruh ditiupkan ke dalam badan ketika usia badan 120 hari dalam kandungan. Detailnya: 40 hari dalam bentuk nuthfah (sperma), 40 hari dalam bentuk ‘alaqah (darah), 40 hari dalam bentuk mudhghah (segumpal daging). Lalu Allah mengirim malaikat meniupkan ruh ke dalam badan di dalam rahim. Demikian dalam hadits shohih dalam kitab Shahih Imam al-Bukhari dan Muslim.

Menurut UAS, masa ruh di dalam badan disebut ajal (limit waktu). Kalau ajalnya tiba, tidak bisa dipercepat atau ditunda. (Surat al-A’raf 34). Malaikat maut mencabut ruh dari badan untuk kembali menghadap Allah. (Surat as-sajdah 11).

UAS menyebut ruh itu dalam kuasa Allah, saat mati maupun tidur. Ada ruh yang ditahan Allah, lalu orang itu mati. Ada ruh yang dikembalikan Allah ke jasad, lalu org itu hidup. (Surat Az-zumar 42).

Ketika orang mati, lanjut UAS, ruhnya dibawa malaikat ke sama’ (alam yang tinggi dan mulia). Ada masanya ruh itu dikirim ke jasad sesaat untuk merasakan azab atau nikmat kubur. (Hadits diriwayatkan Imam Ahmad dalam kitab al-Musnad).

UAS menuturkan, ruh orang-orang baik di ‘Illiyyin, ruh orang-orang tidak baik di Sijjin. (Kitab ar-Ruh, karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah). Tidak ada ruh gentayangan, ruh tidak bisa dipanggil untuk datang lalu masuk ke tubuh manusia lain atau ke masuk tubuh hewan.

Kalau abdul somad mati, imbuh dia, lalu ada tetangganya yang kerasukan, lalu ngomong: “Aku adalah abdul somad. Ceramah di Makasar tanggal 8 november 2021. Naik pesawat dari Jakarta jam 11, kursi 1F”, dengan suara persis seperti suara UAS. Maka itu bukan ruh Uas. Itu adalah jin qarin, satu jin yang ikut mendampingi setiap manusia. Jin itu menggoda manusia. Jin yang jahat disebut syaithan atau setan.

Kemudian UAS menceritakan sebuah kisah.
Suatu ketika Aisyah cemburu. Rasulullah Saw bersabda, “Setan menggodamu”.
Aisyah bertanya: “Apakah bersamaku ada setan?”.
Rasulullah Saw menjawab: “Ya”.
Aisyah bertanya lagi: “Apakah setiap manusia ada setannya?”.
Rasulullah Saw menjawab: “Ya”.
Aisyah berkata: “Kalau begitu, bersamamu juga ada setan yang menggoda?”.
Rasulullah Saw menjawab: “Allah menolong aku”. (Hadits riwayat Imam Muslim). Oleh sebab itu setiap muslim dianjurkan shalat, zikir pagi petang, baca doa-doa, supaya tidak ditempel setan.

Menurut UAS, orang yang membaca ayat kursi, Allah kirim malaikat penjaga. Setan lari menjauh. (Hadits shahih al-Bukhari).

Setan terus menempel, sampai sakaratul maut. Saat akan mati, orang yang akan mati itu sangat haus. Setan datang membawakan dan menawarkan air. Dengan syarat dan ketentuan berlaku: “follow me”. (Kitab Daqa’iq al-Akhbar).

Maka, sambung UAS, dibacakan surat Yasin untuk meringankan orang yang sakaratul maut. (Tafsir Ibni Katsir). Para mursyid tareqat mengajarkan agar murid tidak putus zikir dalam hati, supaya setan menjauh.

Siapa yang tidak berzikir, ungkap UAS, maka ditempel setan. Berteman dengan setan (Surat az-Zukhruf : 36).

Maka, kata dia, kalau ada dukun yang ngaku bisa manggil roh. Sesungguhnya dia sedang manggil setan. “Kok dia bisa manggil setan? Kan temenan,” pungkas UAS.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed