by

Taat Suami Atau Orang Tua?

-Kajian-12 views

IMEDIACYBER | Suatu saat, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA dikisahkan, sebagian ahli hadis menyebut sanadnya lemah, tatkala sahabat bepergian untuk berjihad, ia meminta istrinya agar tidak keluar rumah sampai ia pulang dari misi suci itu.

Hal tersebut disampaikan ulama Indonesia terkenal, Ustadz Wijayanto (Uwi) melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Senin (22/11/2021).

Di saat bersamaan, lanjut Uwi, ayah anda istri sedang sakit. Lantaran telah berjanji taat kepada titah suami, imbuh dia, istri tidak berani menjenguk ayahnya..

Merasa memiliki beban moral kepada orang tua, sambung Uwi, ia pun mengutus seseorang untuk menanyakan hal itu kepada Rasulullah.

Rasulullah pun menjawab, “Taatilah suami kamu.” Bahkan sampai sang ayah menemui ajalnya dan dimakamkan, wanita itu pun juga belum berani berkunjung.

Untuk kali kedua, tutur dia, ia menanyakan perihal kondisinya itu kepada Nabi SAW. Jawaban yang sama ia peroleh dari Rasulullah, “Taatilah suami kamu.”

Selang berapa lama, kata Uwi, Rasulullah mengutus utusan kepada sang istri tersebut agar memberitahukan Allah telah mengampuni dosa ayahnya berkat ketaatannya pada suami.

Menurut Uwi, kisah yang dinukil oleh at-Thabrani dan divonis lemah itu, setidaknya menggambarkan tentang bagaimana seorang istri bersikap. Manakah hak yang lebih didahulukan antara hak orang tua dan hak suami, tatkala perempuan sudah menikah.

Meski demikian, ujar Uwi, kewajiban menaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orang tua atau mendurhakai mereka.

“Seorang suami dituntut mampu menjaga hubungan baik antara istri dan keluarga, bahkan dizaman sekarang bisa diupayakan sangat mudah. Menyambung komunikasi dan hubungan istri dan keluarga bisa lewat telepon, misalnya,” demikian tutup Uwi.

[ary]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed