Gubernur Anies Cerita Masa Kecil Putrinya

Instagram

IMEDIACYBER | “There’s two things I know for sure. She is sent here from heaven and she is Daddy’s little girl.” Syair itu menancap ke telinga.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Minggu (31/7/2022).

Read More
banner 300x250

“Terdengar saat sedang di sebuah toko penjual mainan anak, bulan Mei 1997, di dekat College Park, Maryland, Amerika Serikat. Judul lagunya Butterfly Kisses,” lanjut Anies.

Anies mengatakan beberapa hari sebelumnya Tia lahir. Ayahnya sedang kuliah Master di Univ of Maryland Amerika dan ibunya, Fery Farhati, di Indonesia melahirkan anak pertama.

Jauh dari tanah air, tutur Anies, ayah baru itu merasakan kerinduan yang luar biasa, cuma bisa mendengar tangisan bayi itu lewat telepon dan baru bisa lihat fotonya lewat email beberapa hari kemudian. Sore itu, sambung dia, pulang dari toko tadi naik sepeda sambil bawa mainan untuk bayi pertamanya. “Ada bahagia tersendiri walau belum tahu kapan mainan itu bisa diberikan,” ungkap Anies.

Alhamdulillah, kata Anies dapat tambahan beasiswa sehingga setahun kemudian Fery dan Tia bisa menyusul ke Amerika. Menurutnya hidup saat itu serba pas-pasan. Tia tumbuh sebagai anak yang semua mainannya adalah mainan bekas, hampir semua pakaiannya adalah pakaian bekas.

Disebutkan Anies, kami memang harus serba irit. Tapi ia selalu tampil ceria, percaya diri, menyapa semua dengan senyum dan lesung pipi seperti ibunya.

Anies kemudian mengutip syair lagu itu:
“All the precious time.
Like the wind, the years go by.
Precious butterfly.
Spread your wings and fly.
She’ll change her name today.
She’ll make a promise and I’ll give her away.
Standing in the bride-room just staring at her.”

Anies menyebut waktu berjalan amat cepat. Kini ia telah siap menempuh perjalanan barunya. Hari ini ia berjalan ke masa depan bersama Ali. Bersama pria pilihannya.

Dikatakan Anies, hingga Kamis malam rutinitas Tia adalah sama. Menunggu ayahnya pulang tiap malam. Mendengarkan cerita dari ayahnya. Memeluk ayahnya tiap pagi, malam, dan kapanpun ia bisa. “Ia mengalirkan cinta dan kasih sebagaimana ibunya mencontohkan,” pungkas Anies.

“She is looking like her Mama.
Little more everyday.
One part woman, the other part girl.”

Diakui Anies, kami semua bahagia, mendoakan. Insya Allah Tia dan Ali terus bahagia, terus dalam keberkahan Allah SWT.

“I couldn’t ask God for more, man this is what love is.
I know I gotta let her go, but I’ll always remember: every hug in the morning and butterfly kisses at night…”

[ary]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *