Presiden Jokowi Groundbreaking Bank Kaltimtara di IKN

Presiden Jokowi Groundbreaking Bank Kaltimtara di IKN

IMEDIACYBER | Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peletakan batu pertama untuk pembangunan Bank Kaltimtara di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Jumat (1/3/2024), sebagai bagian dari inisiatif untuk memperkuat ekosistem keuangan digital. Inisiatif ini juga mencakup Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI yang telah beralih ke perbankan digital.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan Bank Kaltimtara bukan hanya penting bagi kemajuan sektor keuangan di Kalimantan, tetapi juga sebagai bagian dari visi transformasi ekonomi Indonesia yang lebih luas.

Read More
banner 300x250

“Kita memiliki konsep bahwa ini adalah langkah menuju ekonomi baru, merupakan bagian dari transformasi ekonomi Indonesia di mana semuanya akan beralih ke layanan perbankan digital,” kata Presiden Jokowi.

Dengan modal terbesar di antara bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia, Bank Kaltimtara diharapkan dapat membentuk konsorsium dengan BPD lain di Kalimantan untuk meningkatkan kekuatan modal dan daya saing.

Selain itu, Presiden juga mendorong kerja sama antara Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Kaltimtara untuk memberikan layanan keuangan yang lebih baik, terutama untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembangunan di daerah, dengan harapan memperkuat ekonomi Kalimantan.

“Kita berharap bahwa ekonomi di Pulau Kalimantan akan semakin berkembang,” tambahnya.

Presiden Jokowi juga menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi daerah dengan pembukaan infrastruktur baru, termasuk penyelesaian jalan tol dari Balikpapan ke Ibu Kota Nusantara yang akan mempersingkat waktu perjalanan menjadi sekitar 40-45 menit, serta pembangunan bandara baru yang akan meningkatkan minat investasi dan memperluas pilihan transportasi.

Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintah termasuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta sejumlah tokoh lainnya.

[ary]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *